Berita ICJ Tolak Permintaan Afsel Intervensi Operasi Militer Israel di Rafah

by


Jakarta, Pahami.id

Pengadilan InternasionalICJ) menolak permintaan Afrika Selatan untuk segera mengambil tindakan di wilayah tersebut Rafah di Gaza yang kini menjadi sasaran operasi militer Israel.

ICJ menekankan bahwa Israel harus terus menghormati tindakan yang telah ditetapkan sebelumnya di pengadilan terkait pelanggaran Konvensi Genosida di Gaza.

Dalam keputusannya bulan lalu, Mahkamah Internasional mendesak Israel melakukan segala kemungkinan untuk mencegah genosida di Palestina.


Dalam pernyataannya pada tanggal 26 Januari, Mahkamah Internasional menyebut “situasi berbahaya” di Rafah memerlukan “implementasi tindakan sementara yang segera dan efektif”.

Oleh karena itu, ICJ menyatakan saat ini tidak perlu adanya tatanan baru karena tindakan yang telah ditentukan sebelumnya “dapat diterapkan di seluruh Jalur Gaza, termasuk di Rafah”.

Afrika Selatan mengajukan “permintaan mendesak” kepada Mahkamah Internasional untuk mempertimbangkan apakah operasi militer Israel di Rafah melanggar perintah sementara ICJ bulan lalu untuk mencegah genosida di Gaza.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan Clayson Monyela mengatakan ICJ telah menetapkan bahwa situasi berbahaya tersebut memerlukan implementasi segera dan efektif mulai 26 Januari, yang berlaku di seluruh Gaza termasuk Rafah.

Namun, pada Kamis (15/2), Israel mendesak ICJ untuk menolak apa yang disebutnya permintaan Afrika Selatan yang “sangat aneh dan tidak pantas”.

Israel juga membantah melakukan pembantaian di Gaza, mengklaim pihaknya melakukan segala cara untuk menyelamatkan warga sipil dan hanya menargetkan kelompok Hamas. Kini setelah lebih dari empat bulan invasi di Gaza, lebih dari 28 ribu warga sipil menjadi korban genosida Israel.

Israel telah mengidentifikasi Rafah sebagai benteng terakhir Hamas di Gaza dan berjanji akan melanjutkan serangannya di sana.

Diperkirakan ada 1,4 juta warga Palestina yang memadati kota tersebut. Kebanyakan dari mereka adalah pengungsi yang melarikan diri dari pertempuran di tempat lain di Gaza.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan perkembangan terkini di Jalur Gaza, khususnya Rafah, akan menambah mimpi buruk kemanusiaan dengan konsekuensi regional yang tak terhitung.

(Dna)

!function(f,b,e,v,n,t,s){if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?
n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};if(!f._fbq)f._fbq=n;
n.push=n;n.loaded=!0;n.version=’2.0′;n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;
t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window,
document,’script’,’//connect.facebook.net/en_US/fbevents.js’);

fbq(‘init’, ‘1047303935301449’);
fbq(‘track’, “PageView”);