Berita Hizbullah Desak Paus Leo Tolak Agresi Israel Jelang Kunjungi Lebanon

by
Berita Hizbullah Desak Paus Leo Tolak Agresi Israel Jelang Kunjungi Lebanon


Jakarta, Pahami.id

Hizbullah mendesak Paus Leo XIV untuk menolak “ketidakadilan dan agresi” yang dilakukan Israel menuju Lebanon. Hal itu disampaikannya dalam pesan kepada Paus yang tiba di Beirut akhir pekan ini.

Pesan tersebut disampaikan saat kunjungan pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma itu ke Turki dan Lebanon pada 27 November-2 Desember.


“Kami Hizbullah memanfaatkan kunjungan berkah Anda ke negara kami, Lebanon, untuk menegaskan kembali komitmen kami untuk hidup bersama,” demikian bunyi pesan Hizbullah seperti dilansir AFP, Sabtu (29/11).

Surat itu juga diberikan pada peringatan pertama gencatan senjata yang seharusnya mengakhiri permusuhan, namun tidak membuahkan hasil karena Israel terus melakukan serangan rutin di Lebanon.

Israel selalu menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan operasi dan lokasi Hizbullah, dan mempertahankan pasukan di lima lokasi di Lebanon selatan yang dianggap strategis.

[Gambas:Video CNN]

Di bawah tekanan besar AS dan ketakutan akan serangan Israel yang meluas, pemerintah Lebanon berkomitmen untuk melucuti senjata Hizbullah. Kelompok tersebut menolak langkah tersebut.

Dalam surat yang diberikan kepada Paus, Hizbullah menegaskan kembali komitmennya untuk “berdiri bersama tentara dan rakyat kami dalam menghadapi semua agresi dan pendudukan atas tanah dan negara kami.”

Hizbullah juga menambahkan bahwa apa yang dilakukan Israel “di Lebanon tidak dapat terus ditoleransi.”

“Kami bergantung pada pendiriannya dalam menolak ketidakadilan dan agresi yang diderita negara kami, Lebanon, di tangan pendudukan Zionis dan para pendukungnya,” kata pernyataan itu.

Dalam pidatonya pada Jumat (28/11), pemimpin Hizbullah Naim Qassem menyambut baik kunjungan Paus Leo ke Lebanon, dengan menyatakan bahwa ia telah menugaskan anggotanya untuk menyampaikan surat kepada Paus yang juga akan dipublikasikan di media.

Dia menekankan bahwa Hizbullah menghormati gencatan senjata pada November 2024 dan menyerukan diakhirinya serangan Israel yang sedang berlangsung di negara tersebut.

“Apakah Anda memperkirakan akan terjadi perang di masa depan? Mungkin suatu hari nanti, ya, ada kemungkinan,” kata Qassem, mengacu pada ketakutan yang semakin besar di Lebanon bahwa perang akan kembali meluas.

Usai mengunjungi Turki, Paus Leo dijadwalkan tiba di Lebanon pada Minggu (30/11) untuk perjalanan tiga hari yang mencakup misa terbuka di tepi laut Beirut yang diperkirakan akan dihadiri 120.000 orang, serta pertemuan antaragama di pusat kota.

“Kami menyambut baik kunjungan ini pada saat yang penting ini, dan kami berdoa agar Bapa Suci berkontribusi dalam menyebarkan perdamaian di Lebanon, membebaskannya, mengakhiri agresi (Israel), dan mendukungnya serta kaum tertindas, seperti yang selalu kita ketahui,” kata Qassem.

(AFP/CHRI)