Berita Gubernur Kaltim Buka Suara soal Mobil Dinas Rp8,5 M

by
Berita Gubernur Kaltim Buka Suara soal Mobil Dinas Rp8,5 M


Jakarta, Pahami.id

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud mengaku belum menerima mobil dinas senilai Rp. 8,5 miliar yang kini menjadi polemik. Rudy mengaku hingga saat ini masih menggunakan mobil pribadi untuk kunjungan dinas.

Soal mobil, hingga saat ini Pemprov Kaltim belum menyediakan mobil di Kaltim, sehingga kami tidak memiliki mobil. Mobil yang kami miliki saat ini adalah mobil pribadi yang kami gunakan, kata Rudy kepada awak media, Senin (23/2), dikutip dari detikcom.


Rudy mengatakan, mobil dinas baru tersebut nantinya akan digunakan untuk menunjang aktivitas para bupati, apalagi mengingat posisi Kaltim sebagai daerah penyangga IKN membuat mobilitas para bupati banyak menerima kedatangan tamu.

“Kaltim adalah ibu kota nusantara, miniatur Indonesia. Tamunya bukan hanya pemimpin daerah se-Indonesia, tapi juga global. Bagaimana pemimpin daerah menggunakan mobil kelas atas. Martabat Kaltim akan kita jaga,” ucapnya.

Rudy menjelaskan, perolehan kendaraan dinas juga mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006. Aturan itu menyebutkan, kendaraan bupati harus sedan berkapasitas maksimal 3.000 cc dan jeep 4.200 cc.

Mobil yang ditawarkan hanya 3.000 cc. Soal harga, ada tipenya, ada kualitasnya, ada mutunya. Harganya tidak kita ikuti, kita ikuti pesannya saja, sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri, katanya.

Rudy pun menegaskan kendaraannya masih berada di Jakarta dan sudah diuji di sana. Menurut dia, kendaraan yang terlibat memang digunakan untuk operasional di Ibu Kota.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni ​​membenarkan perolehan dana sebesar Rp. 8,5 miliar mobil telah melalui pertimbangan matang berdasarkan persyaratan resmi dan efektivitas kerja para pemimpin daerah dalam melayani masyarakat.

Ditegaskannya, kendaraan operasional ini bukan sekadar fasilitas mewah, melainkan sarana penting untuk menjangkau wilayah-wilayah dengan kondisi geografis ekstrem di Kaltim.

Misalnya saja saat berkunjung ke Bongan, beliau ingin melihat sendiri kondisi jalan yang menjadi keluhan warga. Untuk mencapai titik kritis dengan medan yang sulit tersebut, diperlukan kendaraan yang handal dan representatif, kata Sri Wahyuni, di Samarinda, Jumat (20/2).

Baca berita selengkapnya di Di Sini.

(fra/fra/fra)