Jakarta, Pahami.id –
Filipina Menjadi negara tetangga bergabung dengan warganya di Indonesia untuk tetap terjaga tentang situasi dan seri demonstrasi Beberapa hari terakhir, terutama di Jakarta.
Penduduk Filipina di Jakarta disarankan untuk tinggal di rumah dan menghindari publik. Kedutaan Besar Filipina juga mengingatkan akan demonstrasi yang masih dapat dilanjutkan di beberapa wilayah.
“Kedutaan Besar Filipina mendesak orang -orang Filipina di Jakarta untuk tetap berada di rumah mengingat demonstrasi baru dan berkelanjutan di berbagai wilayah Jakarta,” tulis mereka di media sosial pada hari Jumat (29/8).
“Filipina, yang saat ini berada di Jakarta, disarankan untuk berhati -hati dan berhati -hati untuk keselamatan, serta menghindari orang -orang yang dapat membahayakan diri mereka sendiri.”
Mereka juga mengatakan bahwa mereka akan selalu memantau situasi saat ini dan memberikan pembaruan.
“Meskipun situasi di Jakarta relatif aman, kedutaan terus memantau pengembangan dan akan memberikan saran lebih lanjut, jika diperlukan.”
Selain Filipina, negara -negara tetangga lainnya, Malaysia dan Singapura, juga mengeluarkan banding serupa.
Singapura pada hari Sabtu (30/8) mengimbau rakyatnya di Indonesia untuk menghindari lokasi yang merupakan titik aksi yang berkelanjutan dan luas untuk beberapa orang terakhir.
Orang Singapura di Indonesia dan mereka yang berencana untuk dikunjungi juga didorong untuk mendaftar melalui Kementerian Luar Negeri Singapura.
“Anda juga disarankan untuk terus berkomunikasi dengan keluarga dan kerabat Anda sehingga mereka mengetahui situasi Anda dengan cara yang aman,” kata pernyataan itu.
Malaysia juga meminta warganya untuk tinggal dan berada di Indonesia untuk lebih berhati -hati dan menghindari demonstrasi.
Nasihat perjalanan datang setelah demonstrasi untuk memprotes parlemen Indonesia yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir di beberapa kota sampai kekacauan dan menelan para korban.
Demonstrasi ini keberatan dengan jumlah gaji dan tunjangan untuk anggota MPR/DPR tumbuh sejak 25 Agustus menjadi beberapa kota.
Demonstrasi di beberapa titik bahkan terjadi dalam kekacauan, terutama setelah kendaraan Rantis Brimob menjalankan sopir taksi sepeda motor online bernama Affan Kurniawan di tengah demonstrasi pada hari Kamis (8/28).
Dampak kematian Affan Kurniawan, ribuan pengemudi Ojol juga mengambil jalan di beberapa kota, termasuk Mako Brimob di sekitar Kwitang, markas polisi, dan polisi distrik Metro Jaya pada 29 Agustus.
Publik juga kembali ke jalan yang menuntut keadilan pada hari Sabtu (30/8) di Mako Brimob Kwitang dan di depan gedung DPR/MPR.
(CHRI)