Berita Fakta-fakta Persiapan Sidang Putusan Pemakzulan Yoon Suk Yeol

by

Daftar Isi



Jakarta, Pahami.id

Pengadilan konstitusional Korea Selatan (Korea Selatan) akan membaca keputusan yang terkait dengan pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol pada hari Jumat (4/4). Hasil yang dijadwalkan dijadwalkan terjadi pada 11.00 KST atau 9.00 WIB.

Yoon Suk Yeol dinyatakan oleh DPR pada bulan Desember 2024 setelah menetapkan status darurat Korea Selatan.


Pada waktu itu, Yoon juga mengirim pasukan ke Dewan Perwakilan Rakyat untuk mencegah Parlemen memasuki gedung dan membatalkan Deklarasi Darurat Militer.

DPR mempertimbangkan tindakan Yoon dalam kategori pengkhianatan nasional. Setelah dihapus di parlemen, status diluncurkan di Pengadilan Konstitusi.

Jika Mahkamah Konstitusi memimpin pemakzulan Yoon, Korea harus mengadakan pemilihan dalam waktu 60 hari. Namun, jika pemakzulan dibatalkan, ia dapat kembali ke jabatan presiden.

Berikut adalah beberapa persiapan di depan persidangan pemakzulan Yoon Suk Yeol.

[Gambas:Video CNN]

14 ribu polisi dikerahkan

Polisi Korea Selatan akan menggunakan 14.000 anggota untuk mendapatkan pemakzulan Yoon.

Disebutkan dari The Korea Times, sebuah sumber yang mengetahui masalah itu mengatakan polisi saat ini berada dalam status “Gapho” atau tingkat peringatan tertinggi di polisi.

Polisi juga menempatkan semua tentara dalam peringatan darurat. Polisi juga akan menangkap orang yang mencoba memasuki kompleks pengadilan konstitusi pada hari keputusan.

Polisi juga akan meningkatkan keamanan untuk semua hakim pengadilan konstitusional Korea Selatan.

Yoon belum dikonfirmasi untuk hadir

Perwakilan hukum mengatakan tidak ada keputusan akhir tentang kehadiran Yoon dalam membaca keputusan pada 4 April.

Sementara itu, jika Yoon memutuskan untuk tampil di pengadilan untuk mendengar keputusan itu, polisi akan mengambil tindakan untuk mendapatkan jalan dari kediamannya ke pengadilan konstitusional.

Selain itu, polisi akan memisahkan pemrotes yang menelepon atau menentang pemakzulan Yoon di sepanjang jalan.

As-China meminta warga untuk berjaga-jaga

Di sisi lain, beberapa kedutaan negara di Seoul, Korea Selatan telah meminta rakyatnya untuk menghindari publik atau demonstrasi sebelum membaca dampak dampak dampaknya.

“Hindari area di mana demonstrasi berjalan, dan berhati -hatilah di sekitar publik, asosiasi, protes, atau pertemuan publik,” tulis kedutaan AS di Korea Selatan melalui akun X -nya, dikutip dari kantor berita Yonhap.

Banding serupa juga disajikan oleh Kedutaan Besar Jepang di Seoul yang meminta orang -orangnya untuk menyadari situasi saat membaca keputusan untuk memastikan keselamatan mereka.

Sementara itu, kedutaan Cina meminta warganya untuk tetap berhati -hati dan menjaga keselamatan mereka.

Kedutaan Besar Tiongkok memperingatkan potensi insiden ekstrem dan meminta warganya untuk menjauh dari demonstrasi di sekitar Pengadilan Konstitusi dan beberapa daerah di Seoul.

Kemudian, kedutaan Rusia juga meminta warganya untuk menghindari mengunjungi tempat di mana demonstrasi memiliki potensi untuk diadakan.

(Yoa/Chri)