Jakarta, Pahami.id —
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kata orang yang melintasi jembatan (JPO) SarinahJakarta Pusat, kini sedang dibangun kembali.
Dia mengatakan salah satu alasannya adalah diperlukannya penyeberangan bagi penyandang disabilitas.
Jadi Sarinah JPO dalam kajian itu sangat diperlukan, khususnya bagi penyandang disabilitas. Nah itu salah satu alasannya diadakan, kata Pramono di Kebayoran Lama, Jakarta Pusat, Jumat (9/1).
Lebih lanjut, dia mengaku sudah membaca pro dan kontra di masyarakat terkait wacana rekonstruksi JPO Sarinah.
Salah satunya dari kelompok pejalan kaki yang menginginkan penyeberangan tetap berada di permukaan jalan. Dia bersikeras bahwa penyeberangan Pelican akan tetap terbuka.
“Saya juga sudah baca pro dan kontranya. Orang macam apa… kelompok pejalan kaki mau lewat tetap berjalan di bawah. Jalur pejalan kaki di bawah tetap terbuka. Lalu di atas itu alternatif pilihan. Jadi tidak ada yang ditutup,” ujarnya.
Dia mengatakan, keputusan pembangunan kembali JPO Sarinah sudah dilakukan sejak lama. Namun, sebagai gubernur, Pramono menjelaskan pihaknya tetap bertanggung jawab atas kebijakan tersebut.
“Jadi sejujurnya keputusan soal Sarinah sudah ada, tapi saya sebagai Gubernur sekarang yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Yang jelas sudah dibangun dan saya bertanggung jawab. Gubernur bertanggung jawab, lanjutnya.
JPO Sarinah dibangun pada tahun 1968 pada era Gubernur Ali Sadikin dan tercatat sebagai JPO pertama di Jakarta.
Pada era Gubernur Ahok, antara tahun 2016-2017, koridor pejalan kaki Sudirman-Thamrin telah melalui penataan dan perencanaan yang ramah penyandang disabilitas.
Pada tahun 2022, pada masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, jembatan penyeberangan ini akan dibongkar dan ditutup demi estetika kota agar pandangan ke arah Patung Selamat Datang dan bangunan bersejarah tidak terhalang.
Untuk itu, di sisi lain, pelican cross diterapkan karena dinilai lebih ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil.
(nat/isn)

