Jakarta, Pahami.id —
Kanada dan Prancis akan membuka kantor konsulat jenderal di ibu kota Tanah penggembalaanNuuk, hari ini, Jumat (5/2).
Prancis juga menunjuk Jean Noel Poirier sebagai konsul jenderal Prancis di Nuuk.
Para ahli menilai pembukaan konsulat kedua negara di Greenland merupakan dukungan kuat di tengah rencana aneksasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Analis keamanan dan pertahanan di lembaga pemikir Europa, Christine Nissen, mengatakan dampaknya tidak hanya bagi warga Greenland.
“Ini adalah langkah kecil, bagian dari strategi di mana kita menjadikan masalah ini sebagai masalah Eropa,” kata Nissen, dikutip AFP.
Ia kemudian berkata, “Konsekuensinya jelas tidak hanya terjadi pada Denmark. Hal ini juga berdampak pada Eropa dan secara global.”
Sementara itu, ilmuwan politik dari Universitas Greenland Jeppe Strandsbjerg mengatakan pembukaan konsulat merupakan penghormatan besar terhadap ambisi imperialis Trump.
“Dalam arti tertentu, merupakan kemenangan bagi rakyat Greenland melihat dua negara sekutu membuka perwakilan diplomatik di Nuuk,” kata Strandsbjerg.
Strandsbjerg juga mengatakan pembukaan konsulat juga menjadi ajang latihan bagi Greenland jika suatu saat nanti merdeka atau berpisah dari Denmark.
Sebelumnya, Prancis dan Kanada sudah lama mengumumkan rencana pembukaan konsulat di Greenland.
Presiden Prancis Emmanuel Macron membuat pengumuman tersebut pada bulan Juni lalu sambil mengkritik Trump.
Sementara itu, Kanada mengumumkan pembukaan konsulat di Greenland pada tahun 2024 untuk meningkatkan kerja sama.
Greenland adalah target aneksasi baru Trump. Ia bahkan rela menggunakan operasi militer untuk mencapai apa yang diinginkannya.
Trump bangga hal ini dilakukan demi keamanan nasional dan perdamaian dunia.
(isa/dna)

