Jakarta, Pahami.id —
Duta besar Sudan untuk Indonesia, Dr. Yassir Mohamed Ali Mohamed menjelaskan situasi negaranya saat ini yang menurutnya relatif aman.
Sejak akhir tahun lalu, dunia internasional menyoroti konflik internasional yang terjadi di Sudan. Meski demikian, Yassir menyebut negaranya masih bagus.
“Sebagian besar Sudan aman,” katanya saat menerima media termasuk CNNIndonesiadi Kedutaan Besar Sudan di Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/2).
Meski konflik terjadi, ia menyatakan hanya terjadi di wilayah kecil. Ia mengibaratkan Indonesia yang aman, namun tidak dapat dipungkiri juga akan terjadi gejolak di beberapa daerah seperti Papua dan Aceh.
Meski demikian, Yassir tak menampik adanya konflik antara pemerintah dan kelompok bersenjata Tim Dukungan Cepat (RSF) yang memakan korban jiwa. Namun, kata dia, hal tersebut terjadi karena adanya intervensi negara lain, khususnya Uni Emirat Arab (UEA) yang memberikan bantuan dan persenjataan canggih kepada kelompok oposisi.
Dia mempertanyakan drone canggih milik kelompok tersebut, yang tidak mungkin dimiliki tanpa bantuan asing. Akibat konflik bersenjata ini, sedikitnya 14 juta orang menjadi pengungsi.
Namun, dia meyakinkan bahwa Sudan sedang melihat masa depan yang lebih baik.
“Sudan adalah negara besar, Sudan adalah masa depan,” kata mantan jurnalis tersebut.
Pasalnya, di dalam perut bumi di negara sub-Sahara dan Afrika Timur ini terdapat sumber daya melimpah seperti emas dan minyak bumi.
Pertamina juga mengelola minyak Sudan dan kini dilanjutkan oleh Petronas Malaysia. Emas Sudan, kata dia, digali di perut bumi yang tidak terlalu dalam. Selain itu, pertanian Sudan terkenal sebagai penghasil kacang tanah dan kedelai yang terkenal.
Oleh karena itu, baginya narasi Sudan sebagai negara konflik hanyalah propaganda negara asing yang ingin melemahkan kedaulatan negara.
(imf/bac)

