Jakarta, Pahami.id —
Duta besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah AK Alsattari mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia (warga negara Indonesia) berpartisipasi dalam armada Global Sumud Flotilla (GSF).
Alsattari sangat terharu dengan perjuangan masyarakat Indonesia menerobos blokade Israel di Jalur Gaza, hingga mereka diculik oleh Tentara Zionis saat berada di dekat perairan Gaza.
“Saya ingin sampaikan kepada mereka semua: Kalian adalah pahlawan,” kata Alsattari dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5).
“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas upaya besar bagi rakyat saya di Gaza, di Palestina,” lanjutnya.
Alsattari mengatakan, perjuangan rakyat Indonesia menerobos blokade Israel di Jalur Gaza sungguh luar biasa karena tidak mudah. Atas nama rakyat Palestina, beliau kembali menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada bangsa Indonesia, pemerintah Indonesia, dan bangsa Indonesia yang terus membela Palestina.
“Di sini, kami mendoakan kalian sepanjang waktu. Kami tahu dari pemberitaan betapa kalian sangat menderita (diculik Israel). Tapi kami yakin suatu saat, Insya Allah Palestina akan merdeka, dan rakyat Palestina akan kembali ke tanahnya, dan kalian semua akan mengunjungi Masjid Al Aqsa,” kata Alsattari.
Alsattari hadir di Bandara Soekarno-Hatta menyambut kepulangan 9 relawan GSF Indonesia yang diculik tentara Israel saat berlayar di perairan internasional.
Kesembilan WNI tersebut adalah jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Hurricane Andre Prasetyo Nugroho, jurnalis Tempo TV Rahendro Herubowo, mantan jurnalis INews Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat, Herman Budianto Sudarno dan Ronggo Wirosanu dari Dompet Dhuafa, serta Hendro Prasetyo dan Asad Aras Muhammad (GP Global Peace Convoy) Indonesia.
Dua warga Indonesia lainnya, aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi dan Maimon Herawati, juga kembali ke tanah air setelah berada di Turki untuk membantu membebaskan dan memulangkan WNI yang diculik. Maimon adalah anggota Komite Pengarah Global Sumud Flotilla dan Koordinator Komite Pengarah Konvoi Perdamaian Global (GPCI).
Sembilan WNI ditangkap tentara Israel dan dibawa ke Pelabuhan Ashdod untuk diproses di pusat penahanan Israel.
Berdasarkan pengakuan sejumlah WNI yang disampaikan Chiki Fawzi, relawan GSF mengalami penyiksaan saat ditahan. Mereka ditendang, diinjak-injak, bahkan disetrum oleh Tentara Zionis.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengutuk keras penyiksaan terhadap WNI. Dia menekankan bahwa hal ini melanggar hukum kemanusiaan internasional dan merupakan tindakan yang tidak dapat diterima.
(blq/rds)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

