Berita Drama 4 Hari Tumbler Tuku Anita yang Tertinggal di Kereta

by
Berita Drama 4 Hari Tumbler Tuku Anita yang Tertinggal di Kereta


Jakarta, Pahami.id

Baru-baru ini masyarakat dikejutkan dengan kehilangan tersebut Gelas Tuku milik Anita Dewi, penumpang Kai Jalur Komuter Tanah Abang – Rangkasbitung.

Hilangnya Tumbler menjadi sorotan publik setelah disebut-sebut berujung pada pemecatan seorang pejabat KRL bernama Argi.

Bermula saat Anita melalui akun threadnya @Anitadwdl menuliskan kronologi hilangnya Tuku Tumbler dan menuding aparat tidak bertanggung jawab.


Dalam penjelasannya, Anita mengaku lupa dan meninggalkan tasnya di kereta komuter jalur Tanah Abang-Rangkasbitung. Peristiwa ini terjadi pada Senin (24/11), awal pekan ini.

Setelah melapor ke petugas keamanan di Stasiun Rawa Buntu, tas Anita ditemukan petugas di dalam mobil wanita tersebut.

Petugas mengirimkan gambar kondisi tas beserta isinya, termasuk Tuku Tumbler yang dimaksud.

Karena urusan prosedur, tas harus diambil di stasiun Rangkasbitung. Saat Anita mengambil tas tersebut keesokan harinya bersama suaminya, Tuku Tumbler tersebut telah hilang. Ia kemudian menuliskan kekesalannya atas kelalaian petugas KRL yang akhirnya viral.

Sementara itu, petugas KRL bernama Argi melalui thread tersebut menjelaskan, dirinya menerima tas tersebut dari petugas lain dan menaruhnya di ruang jaga karena stasiun sedang sibuk. Ia mengaku tak sempat mengecek isi tas tersebut.

Argi pun sempat berinisiatif menawarkan penggantian Tumbler milik Tuku, namun Anita dan suaminya menolak dan terus membawa kasus tersebut ke media sosial.

Dalam pesan yang dikirimkan kepada suami Anita, Argi mengungkapkan bahwa dirinya bukanlah pelaku yang mengambil Tumbler dan sangat terpukul karena sumber penghasilan satu-satunya hilang setelah unggahan tersebut viral.

Setelah isu tersebut viral, para komuter PT Kereta Indonesia (KCI) membantah kabar pemecatan Argi. Sekretaris Perusahaan Kai Commuter Karina Amanda mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan awal untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Karina menegaskan, para komuter Kai tidak melakukan PHK seperti yang beredar, karena memiliki aturan dan prosedur terkait ketenagakerjaan yang masih mengacu pada peraturan ketenagakerjaan.

“Sebagai tahap awal tentunya kami koordinasikan mitra pengelola untuk petugas lini depan,” kata Karina dalam keterangannya, Kamis (27/11).

Argi pun mendapat dukungan dari masyarakat luas dalam hal ini. Bermula dari media sosial, dukungan ini juga diberikan dalam bentuk papan bunga yang ditempatkan di stasiun, salah satunya di Stasiun Rawa Buntu, Tangang Selatan pada Kamis (27/11) sore.

Usai viral dan diincar warganet, Anita dan suaminya, Alvin Harris, muncul ke publik melalui video yang diunggah ke Instagram untuk meminta maaf.

Dalam video tersebut, mereka mengaku tidak pintar dalam berperilaku sehingga berdampak pada banyak orang.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya, terutama kepada Saudara Argi dan seluruh pihak terkait yang dirugikan dan dirugikan atas perkataan dan perbuatan kami,” kata pasangan suami istri ini setelah Instagram mereka kembali dibuka untuk umum.

Setelah itu, Anita-Alvin dan Argi melakukan mediasi. Dalam kesempatan itu, Anita kembali meminta maaf atas keributan yang ditimbulkannya.

Alvin mengatakan, kegaduhan di media sosial berdampak jangka panjang bagi beberapa pihak. Dia mengatakan kasus ini telah diselesaikan dengan baik.

“Akulah orangnya posisi “Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, atas kejadian ini saya dan Mas Argi sudah saling memaafkan,” kata Anita.

Sementara itu, Argi meminta maaf kepada Anita. Ia pun membantah kabar dirinya dipecat dan menegaskan masih bekerja sebagai petugas penumpang di Stasiun Rangkasbitung.

“Saya Argi masih bekerja di Kai Wisata di bagian Pelayanan Penumpang KRL di Rangkas dan meminta maaf kepada Mas Alvin dan Bu Anita jika ada kesalahan perkataan atau tindakan saya,” kata Argi.

Kasus ini rupanya juga berdampak pada karier Anita dan Alvin. Anita dipecat oleh perusahaan tempatnya bekerja setelah kisahnya viral di media sosial.

PT Daidan Utama, perusahaan pialang asuransi tempat Anita bekerja, mengumumkan pemecatan Anita melalui akun Instagram resmi @daidanutama pada Kamis (27/11).

Manajemen mengaku telah melakukan proses investigasi terkait kasus hilangnya Tumbler Anita di KRL yang berujung pada pemecatan petugas Kai. Imbasnya, mereka melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) Anita.

Daidan Utama mengambil langkah memecatnya dengan alasan sikap Anita dinilai tidak sesuai dengan nilai dan budaya kerja yang dianut perusahaan.

“Tindakan yang digambarkan dilakukan oleh karyawan kami merupakan tindakan yang tidak mewakili nilai dan budaya kerja perusahaan kami secara keseluruhan,” kata pihak perusahaan.

Tak hanya Anita, nasib suaminya, Alvin Harris pun ikut terdampak. Netizen di media sosial mendesak Roemah Koffie untuk membakar Alvin.

Roemah Koffie angkat bicara, manajemen menyatakan telah berkomunikasi dan berdamai dengan pihak-pihak yang terkena dampak kasus tersebut.

“Kami pastikan setiap langkah yang kami ambil selalu dilandasi oleh kebenaran dan kebaikan. Kami berharap proses ini dapat menjaga empati dan rasa hormat yang selalu menjadi nilai-nilai yang kita inginkan bersama,” tulis Manajemen.

Setelah itu, Direktur Utama Commuter PT Kereta Indonesia Asdo Artriviyanto digantikan oleh Mochamad Purnomosidi. Sejumlah pihak mengaitkan perubahan tersebut dengan virus pasca hilangnya Tuku Tumbler Anita.

Menanggapi isu tersebut, VP Corporate Secretary KCI Karina Amanda membantah pergantian jabatan CEO KCI terkait kasus virus tersebut. Diakuinya, perombakan direksi ini merupakan rotasi pejabat yang rutin dilakukan untuk menyegarkan organisasi.

“Bukan ada kaitannya dengan hilangnya tumbler, hanya rotasi rutin,” kata Anne.

(MNF/WIS)