Jakarta, Pahami.id —
Dewan Keamanan PBB (PBB) menggelar rapat darurat, Senin (1/6).
Mengutip dari AFP, Rapat darurat Dewan Keamanan PBB digelar menyusul aksi militer Israel yang menyita atau menyita Istana Beaufort di Lebanon yang dulunya merupakan negara tetangga.
Sebagai informasi, kastil ini merupakan benteng abad pertengahan yang terletak di puncak bukit strategis di selatan Lebanon. Kastil ini merupakan salah satu benteng peninggalan zaman Tentara Salib. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengeluarkan perintah untuk memperluas operasi militer melawan milisi Hizbullah, menyeberangi Sungai Litani dan merebut Beaufort.
Suara tembakan meriam terdengar dan asap mengepul dari area sekitar. Dan, dikutip dari AFPdi atas istana bendera Israel berkibar.
Dalam pernyataan video yang dirilis setelah pasukan Israel merebut Beaufort, Netanyahu mengatakan, “Kami kembali bersatu, bertekad, dan lebih kuat dari sebelumnya.”
“Sekarang arahan saya adalah memperdalam dan memperluas kendali kami di tempat-tempat yang berada di bawah kendali Hizbullah. Perebutan Beaufort adalah tahapan dramatis dan perubahan dramatis dalam kebijakan yang kami pimpin,” lanjutnya.
Sumber AFP yang merupakan salah satu diplomat di Dewan Keamanan PBB mengatakan, pertemuan darurat tersebut diadakan atas permintaan Prancis.
Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan diakhirinya operasi militer Israel-Hizbullah di Lebanon selatan.
“Tidak ada yang bisa membenarkan eskalasi besar-besaran yang terjadi di Lebanon selatan,” katanya.
Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah yang diatur oleh Israel pada 2 Maret setelah negara Zionis tersebut bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) untuk menyerang Iran hingga menewaskan Ayatullah Ali Khamenei.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan serangan Israel telah menewaskan lebih dari 3.412 orang sejak awal Maret.
Seorang pejabat senior AS mengatakan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio telah berbicara dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Netanyahu. Dia mengatakan partainya bersikeras agar Hizbullah menghentikan serangan terhadap Israel.
“Amerika Serikat mengusulkan urutan yang jelas: Hizbullah harus menghentikan semua serangan terhadap Israel. Sebagai imbalannya, Israel akan menahan diri dari eskalasi di Beirut,” kata pejabat tersebut, yang berbicara tanpa menyebut nama, tentang percakapan antara ketiga pemimpin tersebut.
Delegasi militer dari Lebanon dan Israel mengadakan perundingan keamanan di Washington pada Jumat lalu, dan lebih banyak perundingan yang dimediasi AS direncanakan pada minggu ini.
Pasukan Israel sebelumnya menguasai wilayah tersebut selama Perang Lebanon tahun 1982-2000, sebelum menarik diri dari Lebanon dari pangkalan-pangkalannya selama dua dekade pendudukan.
(afp/anak-anak)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

