Berita Diplomat Perempuan Pertama Palestina Meninggal Dunia di Prancis

by
Berita Diplomat Perempuan Pertama Palestina Meninggal Dunia di Prancis


Jakarta, Pahami.id

Diplomat wanita pertama yang mewakili Palestina di luar negeri, Leila Shahid, meninggal dunia di Prancis pada usia 76 tahun, Rabu (18/2).

“Dia meninggal hari ini,” kata saudara perempuannya, Zeina, kepada AFP, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.


Menurut sumber yang dekat dengan penyelidikan, Shahid ditemukan tewas pada hari Rabu di desa selatan La Leque, tempat dia tinggal.

Berdasarkan temuan awal, mantan diplomat yang dikabarkan sakit selama beberapa tahun itu diduga bunuh diri. Investigasi atas kematiannya telah dibuka.

Perwakilan Palestina di Prancis, Hala Abou-Hassira, menyampaikan belasungkawa dan mengatakan meninggalnya Shahid merupakan kehilangan besar bagi Palestina.

“Leila Shahid, duta besar ikonik Palestina, telah meninggalkan kami. Ini merupakan kehilangan besar bagi Palestina dan dunia yang percaya pada keadilan,” kata Abou-Hassira, dalam X, dikutip Perancis24.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Shahid dan menyebutnya sebagai panutan dalam diplomasi.

“Syahid adalah contoh teladan diplomasi yang menganut nilai kebebasan, keadilan, dan perdamaian,” kata Abbas, dilansir WAFA.

“Beliau (Syahid) mengabdikan hidupnya untuk memperjuangkan Palestina dan menjadi suara diplomasi Palestina, serta menjalankan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya dengan penuh kemampuan,” imbuhnya.

Sementara itu, penulis dan akademisi Prancis-Aljazair, Karim Amelal, menyebut Shahid sebagai suara Palestina yang kuat dan bermartabat di Prancis, serta pendukung setia perdamaian.

“Dia (Shahid) membuka jalan bagi era harapan yang ditandai dengan Perjanjian Oslo, sebuah era yang kini terasa jauh dan sayangnya telah berlalu,” ujarnya di X.

Prancis sendiri resmi mengakui negara Palestina pada September tahun lalu.

Menurut situs Al Jazeera, Shahid, yang lahir di Beirut, ibu kota Lebanon, pada tahun 1949, belajar di Universitas Amerika di Beirut, di mana ia bertemu dengan pemimpin Palestina Yasser Arafat.

Dia bekerja di kamp pengungsi Palestina sebelum menjadi wanita pertama yang mewakili Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di luar negeri.

Karir diplomatiknya dimulai di Irlandia pada tahun 1989, kemudian dilanjutkan sebagai perwakilan di Belanda dan Denmark.

Dia kemudian menjabat sebagai duta besar Palestina untuk Prancis selama lebih dari satu dekade, dari tahun 1994 hingga 2005, sebelum ditugaskan sebagai utusan untuk Uni Eropa, Belgia dan Luksemburg.

Shahid juga dikenal sebagai salah satu tokoh Palestina pertama yang menjalin hubungan dengan pihak-pihak di Israel yang mendukung upaya perdamaian.

(rnp/dna)