Jakarta, Pahami.id —
Presiden Iran Masoud Pezeshkia mengimbau masyarakat mengurangi penggunaan listrik dan gas sebagai antisipasi dampak embargo Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan Teheran.
Sejak 13 April, personel Angkatan Laut AS telah memblokir jalur air menuju dan dari pelabuhan Iran. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap blokade Iran di Selat Hormuz.
“Dalam situasi saat ini, kita harus mencegah tekanan pada jaringan energi negara melalui partisipasi publik dan manajemen konsumsi,” kata Pezeshkian, seperti yang dilaporkan media pemerintah Iran, Mehr.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden Iran Saghab Esfahani juga berpesan kepada masyarakat untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebanyak satu hingga satu setengah liter per hari.
“Cukup bagi setiap orang untuk mengurangi konsumsi bensin sebanyak satu hingga satu setengah liter per hari,” kata Esfahan, seperti dilansir CNN pada Minggu (10/5).
Iran berada di bawah tekanan ekonomi yang signifikan akibat sanksi Washington. Negara ini juga masih berada di bawah sanksi internasional.
Sejak gencatan senjata pada 8 April, Iran belum mencabut blokadenya terhadap Selat Hormuz. Jalur perdagangan penting ini ditutup oleh Iran pasca serangan AS-Israel pada 28 Februari.
AS mendesak Iran membuka Selat Hormuz dengan memblokir pengiriman dari dan ke Iran. Teheran telah menolak tindakan tersebut sampai terjadi baku tembak dalam beberapa hari terakhir.
Salah satu serangan AS dilaporkan mengenai dua kapal tanker minyak Teheran. Iran menganggap serangan itu sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Meski demikian, Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata tetap berlaku.
(blq/akhir)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

