Daftar isi
Jakarta, Pahami.id —
Beberapa daerah di Indonesia dilanda bencana banjir pada akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026. Bencana banjir yang melanda beberapa wilayah terjadi sebelum musim puncak hujan yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan datang pada Januari 2026.
Mengikuti CNNIndonesia.com telah merangkum beberapa wilayah di Indonesia yang dilanda banjir:
Daftar Isi
Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat
Beberapa wilayah di Pulau Sumatera dilanda banjir bandang dan tanah longsor. Banjir ini melanda 52 kabupaten/kota yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Mengutip situs BNPB, Minggu (4/1) sore, jumlah korban meninggal akibat bencana ini mencapai 1.167 orang. Sebanyak 540 orang di Aceh, 365 orang di Sumut, dan 262 orang di Sumbar. Selain itu, 60 orang dinyatakan hilang dan masih dicari, serta 13,9 ribu orang kehilangan tempat tinggal.
Sementara dari sisi kerusakan materil, BNPB mencatat 25.549 unit rumah rusak. Dengan rincian 4.390 unit rusak berat, 4.133 unit rusak sedang, dan 16.486 unit rusak ringan.
Bengkulu
Masih di Pulau Sumatera, banjir merendam sejumlah kecamatan di Kota Bengkulu, Sumatera.
Banjir terjadi akibat hujan sedang hingga lebat dengan ketinggian air bervariasi hingga 50 sentimeter.
Sejumlah kawasan tersebut antara lain Kampung Tanjung Agung, Kampung Jaya, Kampung Rawa Makmur, Kampung Kebun Beler, di Kecamatan Ratu Agung, serta Kampung Bawah di Kecamatan Ratu Samban, dan Kampung Bumiayu di Kecamatan Selebar.
Jakarta
Pindah ke Pulau Jawa, memasuki Januari 2026, banjir rob merendam tujuh RT dan satu ruas jalan di Jakarta pada Sabtu (3/1).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta melaporkan, gelombang pasang ini terjadi akibat fenomena pasang maksimum air laut serta fenomena fase bulan purnama dan perigee.
Ketujuh RT tersebut tersebar di tiga kelurahan di wilayah Kepulauan Seribu dan empat kelurahan di wilayah Jakarta Utara.
Di Kepulauan Seribu, ketinggian air berkisar 10 hingga cm. Sedangkan di Jakarta Utara sekitar 10 cm. Petugas sedang menangani banjir di lokasi.
Sedangkan jalan yang terendam banjir adalah Jalan RE Martadinata, Desa Papanggo, Jakarta Utara atau depan Jakarta International Stadium (JIS). Ketinggian air sekitar 15 cm.
Menyerang
Selanjutnya, banjir melanda beberapa wilayah di Kota Serang, Banten. BPBD mencatat banjir merendam 1.023 rumah dan berdampak pada 3.033 orang hingga Sabtu (3/1) pagi kemarin.
Banjir dipicu cuaca ekstrem yang terjadi sejak Jumat (2/1) malam.
Berdasarkan data sementara hingga pukul 04.25 WIB tercatat 12 kejadian banjir tersebar di Kecamatan Kasemen dan Serang. Total warga terdampak mencapai 1.087 Kepala Keluarga (KK), kata Plt Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan.
Kecamatan Kasemen merupakan wilayah yang terkena dampak paling parah, dengan beberapa titik banjir di kawasan Kroya Lama, Perum Puri Keraton, Sukajaya, Komplek Banten, Baru Bugis, Kendal, Ambon, Jabang Bayi, Jenggot, dan Cikedung.
Selain pemukiman warga, fasilitas umum berupa gedung sekolah di SDN Pamarican 01 dan 02 serta SDN Ambon di Kampung Margaluyu juga dilaporkan terendam banjir. Data sementara juga mencatat 62 keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kalimantan Selatan
Banjir juga melanda beberapa wilayah di Kalimantan Selatan baru-baru ini. Selain banjir rob yang menyelimuti Kota Banjarmasin pada Sabtu (3/1) malam, banjir juga mengepung sejumlah kabupaten di Kalimantan Selatan.
Salah satu daerah yang terkena dampak di Kabupaten. Banjar, total 6.593 Kepala Keluarga (KK) termasuk 18.348 warga terdampak. Kemudian sebanyak 302 warga mengungsi pada Minggu (28/12).
Hingga pukul 09.50 Wita, petugas mendata puluhan ribu warga terdampak banjir di 89 desa yang tersebar di 14 kecamatan, kata Plt Kepala BPBD Kabupaten Banjar Yayan Daryanto saat dikonfirmasi di Banjar, Minggu.
Sementara untuk rumah terdampak, katanya, ada sekitar 5.206 unit, dan masih terendam banjir sekitar 1.714 unit.
Yayan merinci jumlah kelompok rentan terdampak yaitu lansia 505 orang, anak kecil (310), bayi (166), anak (368), ibu hamil (113), penyandang disabilitas (37), dewasa (13).
Kemudian daerah lain yang juga terdampak adalah Kabupaten Balangan. BPBD mencatat 10.949 jiwa terdampak dan 3.511 unit rumah terendam banjir akibat banjir di 27 desa yang tersebar di tujuh kecamatan di Balangan.
“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan telah mengumumkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir hingga 3 Januari 2026,” kata Bupati Balangan Abdul Hadi saat meninjau lokasi terdampak banjir usai surut di Kecamatan Tebing Tinggi, Balangan, Minggu (28/12) seperti dikutip dari di antara.
(mnf/dal)

