Daftar isi
Jakarta, Pahami.id —
Tindakan pemerintah Amerika Serikat di negara-negara Amerika Latin sudah berjalan sejak era perang dingin (1950-1970). Saat itu alasan AS adalah membendung komunisme.
Namun saat komunisme tumbang, AS punya alasan baru yakni menertibkan peredaran narkotika. Sepanjang sejarah, inilah beberapa negara yang berhasil digulingkan dengan bantuan AS.
Daftar Isi
1. Guatemala (1954)
Badan intelijen AS (CIA) mengatur kudeta untuk menggulingkan Presiden sosialis Jacobo Árbenz. Bagi AS, Arbenz dianggap sebagai ancaman bagi kepentingan perusahaan AS seperti United Fruit Company dengan kebijakan reforma agrarianya.
Meskipun Arbenz terpilih secara demokratis. Menggunakan kode operasi “PBSUCCESS”, Arbezn mengundurkan diri pada 27 Juni 1954 dan digantikan oleh junta militer yang dipimpin oleh Carlos Castillos Armas yang dapat dikendalikan oleh Washington.
2. Republik Dominika (1961)
Presiden Dominika Rafael Trujillo, yang akrab dipanggil El Jefe, dibunuh dalam operasi yang dilakukan pihak oposisi pada 30 Mei 1961. Operasi pembunuhan ini melibatkan CIA. Jefe yang dikenal sebagai “diktator kecil” sebenarnya adalah sahabat AS. Dia bergabung dengan Garda Nasional pada tahun 1919, dilatih dengan Marinir AS, dan dipromosikan menjadi jenderal hanya sembilan tahun kemudian.
Di situs Association for Diplomatic Studies and Training, Henry Dearborn, yang awalnya menjabat sebagai Kepala Misi, kemudian Konsul Jenderal di Dominika, mengaku telah berkomunikasi dengan pihak oposisi, peristiwa malam fatal itu, dan pengarahan yang diterimanya dari Presiden John Kennedy sesudahnya.
3. Guyana (1964)
Ketakutan akan munculnya Kuba Komunis lainnya di Amerika Latin mendorong Presiden John F. Kennedy menyetujui operasi rahasia CIA untuk memanipulasi pemilu nasional di Guyana Inggris, yang saat itu merupakan koloni Inggris. Intelijen AS menyimpulkan bahwa Perdana Menteri Cheddi Jagan, salah satu kandidat presiden terkemuka pada pemilu 1964, adalah seorang komunis, meski belum tentu berada di bawah pengaruh Moskow.
Kennedy memutuskan bahwa Jagan harus disingkirkan dan mendesak London untuk bekerja sama dalam upaya tersebut. Pada pertengahan tahun 1962, JFK mengatakan kepada perdana menteri Inggris bahwa gagasan negara merdeka yang dipimpin oleh Jagan “sangat mengganggu kami”. Penggulingan dilakukan dengan pemogokan dan ketidakstabilan.
4. Brasil (1964)
Untuk menghindari hal tersebut, CIA memberikan dukungan terhadap kudeta militer untuk menggulingkan Presiden João Goulart. Penggulingan João Goulart terjadi melalui kudeta militer yang terjadi pada tanggal 31 Maret hingga 1 April 1964. Namun, sebelumnya terjadi demonstrasi dan ketidakstabilan ekonomi dan politik. Inflasi melonjak hingga 100%.
Goulart, di bawah tekanan dari kelompok militer dan masyarakat sipil, akhirnya mengalah dan mengakhiri Republik Keempat Brasil dan memulai era kediktatoran militer selama 21 tahun.
5. Chili (1973)
Presiden Chili Salvador Allende adalah pemimpin sosialis Chili yang terpilih secara demokratis. Namun AS tidak menyukainya. Maka direncanakanlah ketidakstabilan ekonomi dan politik, yang didalangi oleh Augusto Pinochet, panglima tentara Chili.
Maka CIA berperan penting dalam menciptakan ketidakstabilan hingga terjadi kudeta militer yang dipimpin Augusto Pinochet. Pinochet menjadi presiden, menandai kediktatoran militer di sana.
6. Nikaragua (1979)
Ketika Presiden Nikaragua Samoza digulingkan (1979), sebuah kelompok yang menamakan diri mereka “Sandinista” mulai berkuasa. Namun kelompok ini sangat anti imperialisme, khususnya AS.
Jadi, CIA turun tangan untuk membentuk dan mendukung kekuatan “Contra” untuk melawan pemerintahan sayap kiri Sandinista, yang memicu perang saudara selama bertahun-tahun.
Sandinista kalah dalam pemilu tahun 1990. Namun pada tahun 2007, Presiden Daniel Ortega yang juga merupakan pemimpin Sandinitas kembali berkuasa hingga sekarang. Keberadaannya terus dikutuk oleh AS.
7. Coba (1961)
Operasi penggulingan kekuasaan yang dilakukan CIA di Amerika Latin, tidak berhasil bahkan bisa dikatakan memalukan di Kuba pada tahun 1961. Lebih dikenal dengan sebutan invasi Teluk Babi, yaitu upaya menggulingkan Presiden Kuba Fidel Castro, dilakukan oleh warga Kuba yang dilatih dan dibiayai oleh AS. Operasi ini terinspirasi dari Guatemala, ketika menggulingkan Presiden Jacobo Arbenz.
Penyerangan dilakukan dari laut, namun operasi ini bocor dan berhasil dikalahkan tentara Kuba dari udara. Operasi ini memalukan bagi AS.
Posisi Presiden Kuba Fidel Castro semakin kuat. Castro yang selalu mengkritik AS tidak disukai AS karena melakukan nasionalisasi ratusan perusahaan AS. Setahun sebelumnya, dalam pidatonya yang berapi-api selama empat jam, Castro menyerang kebijakan imperialis AS secara menyeluruh.
Negeri Paman Sam melalui CIA sebenarnya telah berusaha sekuat tenaga untuk menggulingkan Castro melalui sanksi ekonomi dan pembentukan oposisi. Namun semuanya gagal.
(imf/bac)

