Berita Curhat Pigai Uang Pribadi Habis untuk Bantu Korban Bencana

by
Berita Curhat Pigai Uang Pribadi Habis untuk Bantu Korban Bencana


Jakarta, Pahami.id

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengatakan uang pribadinya digunakan untuk membantu para korban bencana alam karena Kementerian HAM tidak memiliki anggaran untuk bansos.

“Kementerian HAM kalau ada gempa atau konflik sosial di suatu daerah tidak bisa. Sistem penganggaran di NKRI yang mengandalkan SPPD tidak bisa,” kata Pigai dalam rapat kerja dengan Komisi XIII DPR RI, Senin (2/2).


“Saya sendiri Pak Ketua Dewan dan anggota, saya juga kekurangan uang pribadi karena tidak ada bantuan sosial yang diberikan negara,” imbuhnya.

Pigai mengaku menggunakan gaji pribadinya untuk membantu.

Ia mengaku tak masalah menggunakan uang pribadi jika berlatar belakang wirausaha. Namun, dengan latar belakang aktivisnya, ia perlu menabung untuk masa depan

“Yah, kalau aku seorang pengusaha, tidak apa-apa, aku ambil dari uang pribadiku. Aku seorang aktivis, Pak. Aku sudah menderita sejak lama, aku juga menabung untuk masa depan, kan?” katanya.

Oleh karena itu, dia mengatakan jika ada anggaran bantuan sosial di kementeriannya, bisa berkurang jika terjadi bencana.

“Kalau mau tangani suatu kasus, cukup, anggaran kita sudah cukup. Terima kasih banyak sudah memberi. Kapan saja, kecuali Kementerian HAM tidak menangani kasus, bisa makian pak. Boleh marah. Karena kita punya anggaran untuk menangani konflik sosial, ras, etnis, dan agama, kita sudah punya anggarannya,” ujarnya.

Dalam rapat kerja tersebut, Pigai juga mengaku rindu bertemu dengan pimpinan Komisi XIII DPR RI. Ia mengatakan, sejak pertemuan pertama hampir setahun lalu, hubungan terasa dingin dan tidak sesuai dengan jiwanya yang membutuhkan tantangan.

“Saya juga kangen ketemu bapak dan pimpinan DPR, dan setelah pertemuan pertama kita hampir setahun dingin sekali, tidak sesuai dengan semangat Menteri HAM Natalius Pigai. Pasti ada tantangannya juga,” ujarnya.

Pigai juga mengatakan, sejak Indonesia merdeka, baru pertama kali Indonesia memimpin lembaga dunia multilateral yaitu Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

“Ini pertama kalinya kita memecahkan rekor memimpin dunia, ini pertama kalinya. Kita belum pernah memimpin Asia Pasifik, hanya lembaga PBB yang pertama,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan kerja keras kementeriannya dengan dukungan Komisi XIII DPR RI.

“Saya kira itu sebuah prestasi dan kalau ada yang mau bersaing, kita lihat 50 tahun lagi apakah kita akan menjadi Sekjen PBB atau tidak, karena saat ini yang kita capai berada di bawah nomor dua, di bawah Sekjen PBB,” ujarnya.

Pigai juga menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara yang memelopori pembahasan pembangunan hak asasi manusia nasional.

“Kami juga sudah mulai meluncurkan Indeks Hak Asasi Manusia Republik Indonesia secara resmi sebagai landasan kebijakan ke depan,” ujarnya.

(yo/jal)