Jakarta, Pahami.id —
Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) dilaporkan sedang mempersiapkan tentara Kurdi dengan tujuan memprovokasi pemberontakan di Iran dalam beberapa hari mendatang.
Milisi Kurdi diperkirakan mendapat dukungan dari Amerika Serikat dan Israel, meski bentuk dukungan tersebut belum diungkapkan. Rencana ini muncul di tengah perang antara Iran vs AS-Israel yang berlangsung selama lima hari terakhir.
“Kami baru saja melakukan percakapan menarik dengan seorang pejabat senior Kurdi Iran yang mengatakan bahwa pasukan oposisi Kurdi Iran sedang mempersiapkan operasi darat di provinsi barat Iran dalam beberapa hari mendatang,” kata koresponden Lead International. CNNBangsal Clarissa.
“Mereka menunggu dukungan dari AS dan Israel sebagai bagian dari operasi ini, meski dia tidak merinci bentuk dukungan itu,” imbuhnya.
Dia juga menunjukkan bahwa Presiden AS Donald Trump baru saja menelepon ketua salah satu partai oposisi Kurdi Iran hari ini.
Ward mengutip laporan terbaru dari rekannya Natasha Bertrand, Alayna Treene dan Zachary Cohen di Washington, yang menyatakan bahwa CIA memasok senjata kepada pasukan Kurdi.
“CIA mencoba memasok senjata kepada pasukan Kurdi dengan tujuan mendorong pemberontakan rakyat di Iran,” kata Ward.
Langkah ini dinilai penuh risiko dan kompleksitas. Pasukan Kurdi Iran beroperasi dari Kurdistan Irak, sedangkan kepemimpinan Kurdi Irak ingin tetap netral dalam konflik ini.
“Hubungan mereka dengan Turki dan Iran merupakan faktor penting yang harus diperhitungkan,” ujarnya.
Persiapan militer tersebut dilakukan di tengah meningkatnya konflik regional, setelah stasiun CIA di Kedutaan Besar AS di Arab Saudi terkena serangan pesawat tak berawak yang diduga diluncurkan oleh Iran.
Kedutaan Besar AS di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, adalah salah satu fasilitas Amerika yang terkena dampak konflik tersebut.
Selain itu, Iran juga membalas setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei terbunuh, pada Sabtu (28/2).
Teheran menanggapinya dengan menembakkan rudal dan drone ke pangkalan dan kepentingan Israel dan AS di beberapa negara Teluk.
(rnp/rds)

