Berita China Klaim Usir Kapal Perang Belanda dari Laut China Selatan

by
Berita China Klaim Usir Kapal Perang Belanda dari Laut China Selatan


Jakarta, Pahami.id

Cina mengaku telah mengusir kapal perang tersebut Belanda dari wilayah dekat Kepulauan Paracel di Laut Cina Selatan (LCS) yang masih diperdebatkan.

Meluncurkan Pos Pagi Tiongkok SelatanKomando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), yang mengawasi Laut Cina Selatan, mengatakan kapal fregat Belanda De Ruyter secara ilegal memasuki Kepulauan Xisha Tiongkok.

Dalam postingan di akun WeChat PLA pada Rabu malam, mereka juga menuduh helikopter di dalamnya berulang kali lepas landas dan memasuki wilayah udara Tiongkok.


Kepulauan Paracel, yang dikenal sebagai Xisha di Tiongkok dan Hoang Sa di Vietnam, terletak hanya sekitar 300 km (190 mil) dari Hainan, provinsi pulau tropis Tiongkok.

Juru bicara komando Zhai Shichen mengatakan Komando Teater Selatan mengambil tindakan yang diperlukan termasuk peringatan lisan dan gangguan elektronik sebagai peringatan untuk mengusir kapal tersebut.

Zhai mengutuk tindakan angkatan laut Belanda yang dianggapnya sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan wilayah Tiongkok serta keamanan laut dan wilayah udaranya.

Tindakan tersebut juga dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan norma dasar hubungan internasional, serta ancaman serius terhadap perdamaian dan stabilitas di Laut Cina Selatan.

“Kami dengan tegas menentang hal ini, dan dengan sungguh-sungguh memperingatkan pihak Belanda untuk segera menghentikan tindakan kasar dan provokatif mereka,” kata Zhai.

Ia mengatakan pasukan Tiongkok di wilayah operasional tetap waspada setiap saat. Tentara, kata dia, akan menjaga kedaulatan dan keamanan nasional serta perdamaian dan stabilitas kawasan.

Belanda belum mengeluarkan pernyataan terkait kejadian tersebut.

Sementara itu, menurut NL Times, China disebut telah mengerahkan unit angkatan laut dan udara untuk mengusir kapal fregat tersebut.

“Kami sangat menentang hal ini dan mendesak pihak Belanda untuk segera menghentikan tindakan kasar dan provokatif ini,” kata juru bicara militer dalam pernyataannya.

Data pelacakan maritim menunjukkan kapal tersebut berada di dekat pantai Filipina dua hari lalu.

Sementara Beijing menyebut wilayah perairan yang disengketakan itu sebagai Laut Cina Selatan, Filipina menyebut wilayah tersebut sebagai Laut Filipina Barat.

Ketegangan antara Tiongkok dan negara-negara tetangga mengenai klaim teritorial di wilayah tersebut telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

(yo/sfr)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google