Jakarta, Pahami.id —
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina Guo Jiakun membuka mulutnya tentang hal itu Amerika Serikat (AS) yang mengerahkan armada tempur besar-besaran untuk Iran.
“China berharap Iran dapat menjaga stabilitas nasional dan semua pihak menghormati perdamaian, menahan diri, dan menyelesaikan perselisihan melalui dialog,” kata Guo Jiakun dalam konferensi pers, Jumat (23/1), dikutip dari situs Kedutaan Besar China di Indonesia.
Pernyataan ini menanggapi permintaan AFP untuk mengomentari pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait pengiriman armada besar ke Iran. Pengerahan armada tersebut dilakukan setelah beberapa hari perdebatan sengit antara Washington dan Teheran.
Dalam keterangannya di Air Force One, Kamis (22/1), Trump mengatakan armada perang Washington saat ini sedang dalam perjalanan menuju Timur Tengah.
“Kami punya banyak kapal yang menuju ke sana, untuk berjaga-jaga. Saya lebih suka jika tidak terjadi apa-apa. Tapi kami masih mengawasi mereka dengan cermat,” kata Trump sekembalinya dari World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, seperti dikutip Reuters.
Kapal perang AS mulai berpindah dari kawasan Asia-Pasifik ke Timur Tengah pekan lalu. Langkah ini dilakukan di tengah ketegangan antara AS dan Iran menyusul demonstrasi berdarah di Teheran yang menewaskan lebih dari 3.000 orang, menurut pemerintah Iran.
Trump mengancam akan melakukan intervensi, termasuk secara militer, jika Iran merugikan pengunjuk rasa. Sementara itu Iran menyatakan bahwa mereka akan melancarkan serangan yang diperkirakan terjadi jika AS-Israel melakukan intervensi.
Namun tak lama setelah melontarkan ancaman tersebut, Trump mengatakan ada perkembangan baik dari Iran. Dia mengatakan Iran telah membatalkan eksekusi lebih dari 800 tahanan setelah dia memberikan ultimatum untuk menyerang Teheran “lebih keras” dari sebelumnya.
Para pejabat AS mengatakan pada kesempatan terpisah bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln dan beberapa kapal perusak berpeluru kendali akan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang.
Seorang pejabat juga mengatakan sistem pertahanan udara tambahan sedang dipertimbangkan di wilayah tersebut.
Dalam pernyataan terpisah, Trump mengatakan armada AS mungkin tidak perlu dikerahkan karena situasi di Iran sudah terkendali. Namun, dia menegaskan Washington masih memantau secara ketat setiap perkembangan di Teheran, termasuk yang terkait dengan program nuklir Iran.
(tanah liat/pta)

