Jakarta, Pahami.id —
Gubernur Kalifornia Gavin Newsom mengumumkan keadaan darurat pada Sabtu (23/5) untuk wilayah Orange County, setelah pejabat menemukan retakan di tangki bahan kimia beracun dan berpotensi meledak.
“Sesuai dengan kewenangan yang diberikan kepada saya berdasarkan Konstitusi dan undang-undang Negara Bagian, termasuk Undang-Undang Layanan Darurat California, dan khususnya, Kode Pemerintah Bagian 8625, SAYA DENGAN INI MENYATAKAN KEADAAN DARURAT terjadi di Orange County sebagai akibat dari Insiden Bahan Kimia Orange County,” bunyi teks deklarasi darurat pemerintah negara bagian California.
Melalui proklamasi ini, seluruh lembaga pemerintah California diperintahkan untuk mendukung Orange County dan yurisdiksi lokal yang terkena dampak dalam menanggapi keadaan darurat.
Deklarasi ini juga membuka sumber daya dan otoritas tanggap darurat tambahan, termasuk menyediakan properti milik negara dan tempat pekan raya untuk menyediakan perlindungan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, jika diperlukan.
Dalam keterangan resminya, Newsom menjelaskan langkah tersebut diambil untuk melindungi keselamatan dan keamanan masyarakat.
“Keselamatan warga Orange County menjadi prioritas,” ujarnya seperti dikutip dari situs resmi pemerintah.
Dia kemudian berkata, “Kami memobilisasi semua sumber daya negara yang tersedia untuk mendukung tindakan tanggap darurat dan memastikan masyarakat harus tetap aman.”
Tangki berisi bahan kimia tersebut mulai bocor dan mengeluarkan asap pada Kamis pekan lalu. Pihak berwenang kemudian bergegas mengevakuasi warga.
Tercatat 40.000 warga dievakuasi, terutama yang tinggal di Garden Grove, Orange County.
Pada hari Sabtu, petugas pemadam kebakaran mengatakan tangki tersebut memanas, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya ledakan besar. Petugas kemudian menyemprotkan air dan mengumpulkan informasi mengenai tangki tersebut.
“Dan melihat kemungkinan retakan di tangki, yang berpotensi mengurangi sebagian tekanan di dalamnya,” kata Penjabat Kepala Pemadam Kebakaran Orange County, TJ McGovern.
“Operasi yang kami lakukan memberi kami kecerdasan positif untuk mengambil keputusan yang tepat hari ini,” tambahnya.
McGovern juga mengatakan para ahli sedang meninjau dengan cermat informasi yang dikumpulkan. “Kami belum sampai di sana, tapi ini adalah langkah ke arah yang benar,” katanya.
Sejauh ini belum ada informasi mengenai penyebab tangki bocor. Tangki ini berisi 7.000 galon (26.000 liter) metil metakrilat yang digunakan untuk membuat plastik. Cairan tersebut mudah menguap dan mudah terbakar.
Badan Perlindungan Lingkungan AS menyatakan bahwa metil metakrilat mengiritasi kulit, mata, dan selaput lendir pada manusia. Zat ini juga dapat menyebabkan reaksi pernapasan dan saraf jika terpapar secara akut atau berkepanjangan.
(isa/dna)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

