Berita Bupati Probolinggo Respons soal Koper Turis Thailand Dicuri di Bromo

by
Berita Bupati Probolinggo Respons soal Koper Turis Thailand Dicuri di Bromo


Probolinggo, Pahami.id

Bupati Probolinggo Mohammad Haris atau Gus Haris buka-bukaan soal pencurian koper milik wisatawan asal Thailand saat berlibur di Gunung Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Pencurian terjadi saat kendaraan rombongan sedang diparkir di pendopo di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (15/2). Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.


“Atas nama saya sendiri dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kejadian kehilangan harta benda yang dialami sekelompok wisatawan Thailand di kawasan Bromo,” kata Gus Haris, Senin (16/2).

Gus Haris mengatakan, Bromo merupakan destinasi wisata unggulan di Jawa Timur bahkan Indonesia. Oleh karena itu, dia menegaskan, rasa aman wisatawan harus menjadi faktor penting.

“Bromo adalah wajah pariwisata kita. Setiap wisatawan yang datang bukan sekedar tamu, tapi sahabat yang harus kita jaga bersama. Oleh karena itu, rasa aman adalah yang utama dalam pengalaman berwisata,” ujarnya.

Peristiwa pencurian tersebut, kata dia, menjadi wake call bagi seluruh pihak di Probolinggo untuk memperketat keamanan khususnya di lokasi wisata.

“Pariwisata hanya akan tumbuh jika wisatawan pulang dengan perasaan aman, nyaman dan membawa cerita baik tentang Probolinggo,” ujarnya.

Ia pun berharap kejadian ini tidak menimbulkan trauma bagi wisatawan yang berkunjung ke wilayahnya. Dia berjanji akan melaksanakan evaluasi dan memperkuat pengawasan.

“Bromo tidak hanya indah dipandang, tapi juga harus aman untuk dirasakan. Keamanan pariwisata merupakan suatu kebanggaan bagi daerah kita,” kata Gus Haris.

Tujuh koper berisi barang berharga milik wisatawan asal Thailand sebelumnya dicuri pencuri saat berlibur di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta Rupiah.

Jhonni, agen perjalanan yang mendampingi wisatawan asal Thailand tersebut, mengatakan, pencurian terjadi saat kendaraan rombongan sedang diparkir di sebuah pendopo di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (15/2).

Kejadian bermula saat rombongan dibawa ke Bromo menggunakan minibus Toyota Hiace. Sesampainya di area pendopo halte, pengemudi dan wisatawan turun sebentar.

Semua koper dan barang bawaan mereka disimpan di dalam kendaraan yang diparkir. Sementara itu mobil terkunci. Namun sesampainya di rumah, pintu mobil yang sebelumnya terkunci sulit dibuka.

“Saat dibuka, keadaan di dalam berantakan. Koper yang semula tertata rapi berserakan. Setelah diperiksa, ada tujuh koper yang hilang,” kata Jhonni, Senin (16/2).

Dari data yang dihimpun, kerugian korban ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sejumlah barang berharga dilaporkan hilang, mulai dari paspor, uang tunai hingga perangkat elektronik.

Tas berwarna merah milik korban bernama Kanthuma Puk berisi alat rias, pakaian, dan dompet berisi uang tunai Rp3.251.046 juga hilang.

Tas punggung Chinnapat Jadcharoen berwarna hitam merah juga dirampas pelaku. Di dalamnya terdapat kamera Ricoh GR IV seharga Rp 26.550.209, iPhone 13 Pro, pakaian dan earphone.

Sementara itu, tas ransel hitam Ananya Seeda berisi iPad Air 5, Redmi Note 15, dan pakaian juga meleset.

Dua tas lagi milik Naowarat dan Sawatphiphatphon berisi pakaian juga hilang. Selain itu, tas ransel hitam milik Chanidapa Pavichievac berisi pakaian juga dilaporkan hilang.

Salah satu korban, Kathuma Puk mengaku sangat kecewa dengan kejadian tersebut. Dia mengatakan kehilangan itu berdampak besar pada rencananya untuk pulang. Penyebabnya, paspornya juga hilang.

Akibat kehilangan itu, saya kesulitan mendapatkan paspor untuk perjalanan pulang. Bisakah polisi menemukan barang-barang saya yang hilang, kata Kathuma.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Probolinggo, AKP I Made Kembar Mertadana membenarkan, laporan korban resmi diterima melalui SPKT dan kini ditangani intensif.

Dia memastikan jajarannya bergerak cepat melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (tkp), pemeriksaan saksi, hingga deteksi rekaman kamera sirkuit tertutup (CCTV) di sekitar lokasi.

“Laporannya sudah kami terima. Kami akan berusaha semaksimal mungkin menangani kasus ini,” kata Made.

(frd/chri)