Jakarta, Pahami.id —
Pemimpin Kartel Jalisco (CJNG) Generasi Baru Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes yang dianggap paling berpengaruh dan sudah lama diburu, dikabarkan tewas dalam operasi militer Meksiko pada Minggu (22/2) atau Senin (23/2) dini hari WIB. Ia dikenal sebagai salah satu penyelundup narkoba paling dicari di dunia.
Kematian Oseguera merupakan pukulan telak bagi jaringan kriminal yang dipimpinnya, sekaligus kemenangan penting bagi pemerintah Meksiko dalam menunjukkan hasil nyata dalam pemberantasan kartel, termasuk pada pemerintahan Presiden Donald Trump.
Mantan petugas polisi ini menghabiskan waktu bertahun-tahun memimpin CJNG yang berkembang menjadi salah satu organisasi kriminal paling kuat dan paling kejam di Meksiko. Badan Pemberantasan Narkoba Amerika Serikat sebelumnya menyebut kelompok ini sebagai salah satu ancaman terbesar terhadap perdagangan narkoba global.
Laporan dari CNN Internasional, operasi militer tersebut dilakukan di kota Tapalpa, negara bagian Jalisco, Meksiko barat. Usai operasi dilakukan, kericuhan langsung terjadi di beberapa wilayah.
Kelompok-kelompok yang dicurigai terkait dengan kejahatan terorganisir membakar bus dan tempat usaha, serta memblokir jalan dengan kendaraan yang dibakar. Bentrokan bersenjata terjadi antara anggota kartel dan pasukan keamanan federal.
Di Zapopan, polisi terlihat menjaga lokasi kendaraan yang dibakar hingga memblokir akses jalan, menyusul operasi yang menewaskan Oseguera.
Sekretariat Pertahanan Nasional Meksiko menyatakan bahwa pihak-pihak terkait di Amerika Serikat memberikan “informasi pelengkap” untuk mendukung operasi tersebut.
Seorang pejabat pertahanan AS juga mengonfirmasi bahwa satuan tugas antarlembaga AS berperan dalam operasi tersebut.
Sejak dibentuk pada Januari lalu, gugus tugas gabungan antarlembaga pemerintah AS diketahui rutin bekerja sama dengan militer Meksiko melalui Komando Utara AS dalam memerangi operasi kartel di sepanjang perbatasan kedua negara.
“Namun, saya ingin menekankan bahwa ini adalah operasi (militer Meksiko), jadi keberhasilan ada di tangan mereka,” kata pejabat itu.
Dalam penggerebekan tersebut, anggota CJNG terlibat baku tembak dengan pasukan pemerintah. Kementerian Pertahanan Meksiko mengatakan empat anggota geng tewas di lokasi kejadian.
Oseguera dan dua orang lainnya dilaporkan mengalami luka serius dan meninggal saat diterbangkan ke Mexico City.
Tiga tentara Meksiko juga terluka dalam operasi tersebut dan dipindahkan ke rumah sakit di ibu kota untuk perawatan.
(rr)

