Berita Bisakah Iran Andalkan Rusia dari Serangan AS-Israel?

by
Berita Bisakah Iran Andalkan Rusia dari Serangan AS-Israel?

Jakarta, Pahami.id

Di tengah ketegangan Iran Dan Israel serta ancaman serangan Amerika Serikat (AS), Rusia membuka komunikasi dengan pemimpin Iran dan Israel.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah menghubungi Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam upaya meredakan ketegangan di kawasan.

Dalam pernyataannya, Kremlin mengatakan Putin berusaha meredakan ketegangan antara kedua negara yang bermusuhan tersebut. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan situasi regional sangat tegang.


“Situasi di kawasan sangat tegang, dan presiden terus berupaya memfasilitasi deeskalasi,” kata Peskov, dilansir AFP, Jumat (16/1).

Dalam pembicaraan dengan Pezeshkian, Putin menyatakan komitmennya untuk memperkuat “kemitraan strategis” antara Rusia dan Iran. Sementara itu, Presiden Iran menyampaikan terima kasih atas dukungan Rusia terhadap Iran di PBB.

Ini bukan pertama kalinya Rusia turun tangan untuk menengahi ketegangan antara Iran dan musuh bebuyutannya, Israel dan Amerika Serikat. Tak hanya menjadi mediator, Rusia juga menunjukkan sikap defensif.

Ketika Israel dan AS menyerang fasilitas nuklir pada Juni lalu, misalnya, Rusia dengan tegas menyatakan, “Ini adalah agresi yang tidak beralasan terhadap Iran,” kata Putin seperti dikutip kantor berita tersebut. AFPpada tanggal 23 Juni 2025.

Hal tersebut disampaikan Putin dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang mengunjungi Moskow, Rusia pada waktu yang bersamaan.

“Rusia berusaha membantu rakyat Iran,” kata Putin.

Hubungan Iran-Rusia

Terlepas dari perbedaan ideologi, Iran dan Rusia telah memiliki hubungan strategis sejak lama, terutama setelah revolusi tahun 1979.

Rusia telah lama dikenal sebagai mitra strategis Iran dan mewaspadai konflik yang dapat mengancam kepemimpinan pro-Moskow di Teheran.

Laman Universitas Columbia memuat komentar Robert O Freedman, profesor dan presiden ilmu politik Peggy Meyerhoff Pearlstone, Universitas Ibrani Baltimore, yang menyatakan bahwa Iran adalah sekutu terpenting Rusia di Timur Tengah dalam banyak hal. Misalnya, Moskow memasok senjata dan reaktor nuklir ke Teheran. Mereka bersekutu melawan pemerintahan Taliban di Afghanistan, serta melawan Azerbaijan dan Türkiye.

Rusia juga membantu upaya Iran untuk menghindari dan menghilangkan upaya yang dipimpin AS untuk mengisolasi negara tersebut.

Salah satu perubahan paling signifikan dalam kebijakan luar negeri Rusia, dibandingkan kebijakan Uni Soviet sebelumnya, adalah revisi prioritas regionalnya. Dengan jatuhnya Uni Soviet, negara-negara baru yang merdeka di Asia Tengah dan Transkaukasia telah menjadi fokus para pembuat kebijakan Rusia yang berupaya mendapatkan kembali kendali atas wilayah tersebut.

Mengingat pentingnya negara-negara ini dan hubungannya dengan Turki dan Iran, Rusia cenderung memandang Timur Tengah melalui lensa kebijakan terhadap Asia Tengah dan Transkaukasia.

Dari semua negara di Timur Tengah, mungkin tidak ada yang lebih penting bagi Rusia selain Iran. Lokasi strategis Iran di Teluk Persia, pentingnya Iran sebagai mitra dagang, dan ikatan serta kepentingannya di bekas republik Soviet di Asia Tengah dan Transkaukasia telah menarik perhatian Moskow.

Dikutip dari halaman Waktu Moskowkemitraan strategis antara kedua negara di tengah ketidakstabilan politik, akan semakin erat di tahun-tahun mendatang.

Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif, yang diresmikan pada kunjungan resmi Presiden Iran Masoud Pezeshkian ke Moskow pada 17 Januari 2025, menandai langkah penting dalam pertumbuhan aliansi antara kedua negara.

Karena kedua negara berupaya untuk menghadapi tantangan bersama, kemitraan ini mempunyai implikasi yang luas, terutama dalam bidang pertahanan, perdagangan, dan energi.

Bidang kerja sama utama, termasuk transportasi, sektor energi, pertahanan dan keamanan regional, akan menjadi inti dari perjanjian bersejarah ini.

Hubungan antara Teheran dan Moskow lebih dari sekadar pertukaran ekonomi karena keduanya telah berkembang menjadi kemitraan strategis komprehensif yang mencerminkan kepentingan bersama dalam stabilitas regional dan melawan pengaruh Barat.

Lanskap ekonomi Iran dan Rusia dibentuk oleh ketergantungan mereka pada ekspor energi dan pengalaman mereka di bawah sanksi internasional dari Barat. Meningkatnya hubungan antara kedua negara telah memberikan peluang unik untuk mengatasi tantangan-tantangan ini dan membuka jalan baru bagi pertumbuhan ekonomi.

Salah satu pilar utama kemitraan ini adalah Koridor Transportasi Utara-Selatan, sebuah proyek infrastruktur penting yang akan memfasilitasi perdagangan antara Iran, Rusia dan beberapa mitra regional dan internasional lainnya. Investasi strategis dalam jaringan transportasi ini jelas menunjukkan keinginan Moskow dan Teheran untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan mencari keuntungan bersama di tahun-tahun mendatang, yang secara efektif melawan sanksi Barat.

Selain transportasi, energi tetap menjadi inti kemitraan Iran-Rusia. Dengan adanya sanksi yang membatasi akses mereka ke pasar Barat, kedua negara terpaksa mencari cara alternatif untuk memperkuat sektor energi mereka. Rusia, dengan cadangan minyak dan gas alamnya yang melimpah, telah mendukung pengembangan industri energi Iran, mendukung eksplorasi, pengeboran, dan infrastruktur.

Beberapa perusahaan Rusia diperkirakan akan melakukan investasi besar-besaran di sektor energi Iran, yang akan membantu Iran melakukan modernisasi dan memperluas kemampuannya. Para pejabat Iran telah menyatakan optimismenya mengenai prospek investasi ini, terutama dalam konteks meningkatnya permintaan energi di Asia.

Bersambung di halaman berikutnya…