Berita Bill Clinton Minta Kesaksian soal Epstein di DPR Dibuka untuk Umum

by
Berita Bill Clinton Minta Kesaksian soal Epstein di DPR Dibuka untuk Umum


Jakarta, Pahami.id

Mantan presiden AS Bill Clinton dan istrinya, Hillary, meminta mereka bersaksi di depan Kongres tentang hubungan mereka dengan pedagang seks Jeffrey Epstein dilakukan secara terbuka.

Permintaan tersebut, seperti dilansir AFP, Sabtu (7/2), dilakukan untuk mencegah Partai Republik mempolitisasi isu dan kesaksian tersebut.


Bill Clinton pada Jumat (7/2) mengatakan bersaksi secara pribadi sama saja dengan diadili di “pengadilan tidak adil” (pengadilan kanguru).

“Mari kita hentikan permainan ini dan lakukan dengan cara yang benar yaitu dalam sidang terbuka untuk umum,” kata mantan presiden Partai Demokrat itu di akun X-nya.

Hillary Clinton, istrinya dan mantan menteri luar negeri, mengatakan mereka telah menyampaikan kepada Komite Pengawas yang dipimpin Partai Republik “apa yang kami ketahui.”

“Kalau kita mau perselisihan ini… ayo kita lakukan di depan umum,” ujarnya, Kamis (5/2).

[Gambas:Video CNN]

Bill dan Hillary Clinton telah diperintahkan untuk memberikan kesaksian secara tertutup di hadapan Komite Pengawas DPR, yang menyelidiki pelaku kejahatan seksual dengan kekuatan dunia.

Partai Demokrat menuduh penyelidikan tersebut disalahgunakan untuk menyerang lawan politik Presiden Donald Trump, bukannya melakukan pengawasan yang sah. Faktanya, Trump juga merupakan kenalan lama Epstein namun tidak dipanggil untuk bersaksi.

Sementara itu, anggota parlemen dari Partai Republik sebelumnya mengancam akan mengeluarkan mosi tidak percaya jika Bill dan Hillary Clinton tidak hadir untuk memberikan kesaksian, yang akhirnya mereka setujui.

Departemen Kehakiman pekan lalu merilis kumpulan File Epstein terbaru, lebih dari tiga juta dokumen, foto, dan video terkait penyelidikan terhadap Epstein, yang meninggal karena bunuh diri saat ditahan pada tahun 2019.

Nama Bill Clinton sering muncul dalam file-file tersebut, namun sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa keluarga Clinton terlibat dalam aktivitas kriminal.

Mantan presiden tersebut mengakui terbang dengan pesawat Epstein pada awal tahun 2000-an untuk pekerjaan kemanusiaan terkait Clinton Foundation, namun ia menegaskan bahwa ia tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein.

Pulau Epstein terletak di Little Saint James di Kepulauan Virgin AS yang merupakan milik pribadi Jeffrey Epstein. Kota ini juga diduga menjadi pusat jaringan perdagangan seks internasional.

Di lokasi terpencil inilah Epstein dituding mengambil gadis di bawah umur untuk dijadikan korban pelecehan seksual oleh dirinya sendiri dan tamu elite yang terdiri dari politisi, pengusaha, hingga selebriti dunia.

Meski tercatat banyak tokoh ternama yang pernah mengunjungi pulau tersebut, namun penyelidikan hukum tetap fokus pada sejauh mana para tamu tersebut mengetahui atau terlibat langsung dalam aktivitas kriminal yang terjadi di sana.

Sementara itu, Hillary Clinton yang merupakan rival Trump pada Pilpres 2016 menyatakan bahwa dirinya tidak pernah berinteraksi secara berarti dengan Epstein, tidak pernah menaiki pesawatnya, dan tidak pernah mengunjungi pulau miliknya.

(afp/chri)