Berita Bencana Longsor Rusak Rumah Warga Pamekasan hingga Situbondo

by
Berita Bencana Longsor Rusak Rumah Warga Pamekasan hingga Situbondo


Pamekasan, Pahami.id

bencana tanah longsor melanda Dusun Paseset Timur, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur (Jawa Timur). Akibat kejadian tersebut, sebanyak 10 rumah milik warga yang dihuni 13 Kepala Keluarga (KK) rusak dan terancam tidak layak huni.

Dampak longsor menyebabkan beberapa rumah mengalami retak pada dinding, pondasi roboh, dan bangunan miring. Situasi ini memaksa warga meningkatkan kewaspadaan karena takut bencana longsor terulang kembali.

Salah satu warga terdampak, Asmui, mengatakan kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi pada tahun 2023. Namun kerusakan kali ini dinilai jauh lebih parah dibandingkan sebelumnya.


“Dulu sempat retak dan tanah bergeser, tapi tidak separah sekarang. Saat ini rumah di sini sudah tidak aman untuk ditinggali,” kata Asmui kepada CNNIndonesia.comMinggu (18/1).

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Kampung Sana Daja, Uswatun Ekasanah mengatakan, terkait perbaikan fisik rumahnya, kami masih perlu berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah provinsi.

Sementara itu, Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur menilai relokasi merupakan langkah paling realistis untuk menghindari risiko yang lebih besar.

“Mengingat situasi geografis dan kerusakan yang terjadi, keselamatan warga perlu diutamakan. Evakuasi menjadi solusi yang tidak bisa ditunda,” tegas Ali.

Ditambahkannya, terkait penyediaan fasilitas dan bantuan pembangunan perumahan bagi warga terdampak, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar penanganan bencana dapat dilaksanakan secara komprehensif.

Situbondo longsor

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur menyebutkan, bencana alam tanah longsor menyebabkan dua rumah warga di Desa Alas Tengah, Kecamatan Sumbermalang rusak.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi BPBD Situbondo (Pusdalops) Puriyono mengatakan, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa longsor yang menimpa dua rumah warga di lereng Gunung Argopuro.

Tim melakukan penjajakan ke lokasi kejadian, rumah warga terdampak longsor milik Surinten (69) dan Jariyono (51) di Dusun Krajan, Desa Alas Tengah, ”ujarnya. di antaraMinggu.

Berdasarkan pengakuan warga, lanjut Puriyono, sebelum terjadi longsor dan menimpa dua rumah warga, kawasan di lereng Gunung Argopuro dilanda hujan deras disertai angin kencang dalam jangka waktu lama sehingga mengakibatkan kondisi tanah tidak stabil hingga longsor.

Ia mengatakan, saat kejadian sekitar pukul 22.00 WIB, penghuni rumah sedang berada di dalam rumah, dan saat mendengar suara gemuruh, mereka langsung keluar untuk menyelamatkan diri.

Saat kejadian, pemilik rumah sedang berada di dalam karena hujan deras, mereka kaget dan keluar rumah karena mendengar suara gemuruh, kata Puriyono.

Menurut dia, rumah Surinten yang ditinggalinya sendirian mengalami kerusakan bagian depan hingga empat meter akibat tumbangnya rumpun pohon bambu, termasuk rumah Jariyono yang juga rusak akibat longsor.

Kedua rumah semi permanen tersebut rusak ringan, kata Puriyono.

(nrs/antara/dal)