Berita Banyak Laporan Pelecehan Seks Anak, Australia Panggil Petinggi Roblox

by
Berita Banyak Laporan Pelecehan Seks Anak, Australia Panggil Petinggi Roblox


Jakarta, Pahami.id

Menteri Komunikasi Australia Anika Wells menelepon pejabat Roblox untuk membahas masalah meluasnya tuduhan pelecehan seksual terhadap anak di aplikasi game tersebut.

Dalam keterangannya pada Selasa (10/2), Wells mengaku telah menulis surat kepada para pimpinan Roblox yang mengajak mereka bertemu untuk menjelaskan langkah-langkah penting terkait perlindungan anak.


“Saya pikir banyak dari Anda, termasuk saya, mungkin merasa muak dengan kenyataan bahwa anak-anak berusia empat atau lima tahun melihat kekerasan yang gamblang dan tidak pantas di platform ini,” kata Wells di stasiun televisi nasional ABC, seperti dikutip AFP.

Dia juga mengatakan dia telah meminta regulator internet Australia, Komisaris eSafety, untuk melihat kemungkinan mengambil “tindakan segera” terhadap perusahaan perjudian tersebut.

Laporan tahun 2024 oleh Hindenburg Research mengungkapkan bahwa Roblox adalah sarang pedofil serius yang menyebarkan pelecehan seksual dan konten pornografi kepada anak di bawah umur.

Data perusahaan menyebutkan sekitar 40 persen dari total pengguna Roblox pada tahun 2024 adalah anak-anak di bawah usia 13 tahun. Setiap harinya, Roblox digunakan oleh sekitar 100 juta orang.

[Gambas:Video CNN]

Perusahaan video game asal Amerika Serikat (AS) ini sudah lama dituding tidak berbuat cukup untuk melindungi anak-anak dari paparan pelecehan seksual dan pornografi.

Tahun lalu, Roblox mengatakan akan menerapkan verifikasi wajah atau identitas wajib bagi pengguna yang ingin mengakses fitur chat.

Dalam sebuah pernyataan kepada AFP, Roblox mengatakan pihaknya menyambut baik “kesempatan untuk memberikan informasi terbaru kepada Menteri (Telaga) tentang langkah-langkah yang kami ambil untuk membantu menjaga keamanan masyarakat”.

Juru bicara Roblox mengonfirmasi bahwa perusahaan tersebut memiliki “kebijakan dan proses keamanan yang kuat untuk membantu melindungi pengguna lebih dari platform lain.”

Roblox adalah salah satu platform seperti Discord, WhatsApp, dan Lego Play yang dikecualikan dari larangan untuk anak-anak di bawah usia 16 tahun. Platform yang menghadapi pembatasan usia termasuk Facebook, Instagram, dan TikTok.

Roblox telah dilarang di beberapa negara, yaitu Qatar, Irak, dan Türkiye, terutama karena kekhawatiran terhadap keselamatan anak-anak.

Sementara di negara bagian Texas dan Louisiana, AS, permohonan ini digugat dengan alasan yang sama.

(blq/baca)