Jakarta, Pahami.id —
Banjir melanda 14 desa yang tersebar di delapan mukim, kecamatan GroboganJawa Tengah, Senin (16/2).
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan Wahyu Tri Darmawanto di Grobogan, banjir terjadi sekitar pukul 02.00 WIB.
Akibat banjir tersebut, kata dia, pemukiman warga, jalan lingkungan, dan akses jalan raya terendam air dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 15 sentimeter (cm) hingga satu meter.
“Di Kecamatan Kedungjati, banjir terjadi di Desa Klitikan dengan ketinggian air 20-30 cm. Di Desa Kedungjati, tinggi air sekitar 20 cm menggenangi Jalan Kedungjati-Salatiga, tepat di sebelah BKK ACA Kedungjati,” ujarnya.
Wahyu mengatakan, di Kampung Wates, luapan Sungai Tuntang merendam pemukiman warga setinggi 20-30 cm. Namun saat ini air banjir dilaporkan sudah berangsur surut.
Di Kecamatan Tegowanu, banjir merendam Kampung Tajemsari dan Kampung Sukorejo dengan ketinggian air 20-30 cm dan kini sudah surut.
Kecamatan Gubug juga terkena dampaknya, yaitu Desa Penadaran yang meliputi Dusun Sasak, Dusun Tegalrejo, dan Dusun Bantengan.
Ketinggian air di kawasan ini mencapai 30-50 cm dan berangsur-angsur surut, tambahnya.
Di Kecamatan Purwodadi, Desa Jagalan Selatan, Desa Purwodadi terendam dengan ketinggian 15-20 cm. Sementara di Perumahan Permata Hijau, Kampung Kalongan, air mencapai sekitar satu meter dan proses evakuasi masih berlangsung.
Banjir juga melanda Kecamatan Karangrayung, di Desa Karangsono pemukiman warga terendam banjir. Sedangkan di Desa Mojoagung ada empat dusun yang terdampak yaitu Dusun Krasak, Dusun Mojo, Dusun Klampisan, dan wilayah sekitar Sungai Jajar setelah beberapa bendungan jebol dan meluap, jelasnya.
Hujan deras yang turun di Kampung Mojoagung mulai pukul 19.30 WIB hingga 03.00 WIB menyebabkan bendungan Sungai Jajar jebol di beberapa tempat.
Kepala Kampung Mojoagung Siswanto mengatakan jebolnya bendungan di Dusun Krasak berjarak sekitar 15 meter. Di kawasan Klampisan terdapat dua jebol bendungan yang panjangnya masing-masing sekitar 15 meter, sedangkan beberapa titik lainnya dilaporkan meluap akibat debit air yang tinggi.
Akibat kejadian ini, puluhan rumah warga terendam banjir. Di Dusun Krasak, banjir merendam RW 07 RT 1, 2, 4, dan 5 serta RW 06 RT 1, 2, dan 3. Sedangkan di Dusun Bungkel, banjir terjadi di RW 05 RT 3, 4, dan 6 seluas RW 05 RT 3, 4, dan 6, ujarnya.
Selain pemukiman warga, banjir juga merendam persawahan. Di depan SPBU kawasan Dusun Mojo, ketinggian air mencapai sekitar satu meter sehingga menyebabkan kendaraan tidak bisa melintas.
Di Distrik Geyer, banjir terjadi di Kampung Bangsri, khususnya di Dusun Getas dan Dusun Geneng. Tiga rumah dilaporkan terendam air dengan ketinggian air sekitar 25 cm. Di Distrik Toroh, banjir melanda Kampung Tambirejo dan Kampung Krangganharjo. Proses relokasi dilakukan di Perumahan Janur Kuning, Kampung Tambirejo.
Sementara di Kecamatan Pulokulon, banjir akibat meluapnya Sungai Peganjing merendam Dusun Legundi, Desa Karangharjo, dengan ketinggian air sekitar 50 cm. Sebanyak 30 warga dilaporkan telah melakukan evakuasi gratis.
Hingga laporan ini disampaikan, kata dia, sebagian besar wilayah dilaporkan berangsur surut. Meski demikian, warga diimbau mewaspadai potensi hujan susulan yang bisa memicu banjir susulan.
(antara/sen)

