Berita AS Umumkan Fase Dua Gencatan Senjata Gaza Segera Dimulai

by
Berita AS Umumkan Fase Dua Gencatan Senjata Gaza Segera Dimulai


Jakarta, Pahami.id

Amerika Serikat mengumumkan peluncuran gencatan senjata tahap kedua pada tahun 2017 Semenanjung Gazayang menyerukan diakhirinya genosida Israel terhadap rakyat Palestina.

Utusan khusus Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengatakan sesuai rencana yang tertuang dalam 20 poin rencana perdamaian Gaza, fase kedua ini akan mengarah pada proses demiliterisasi, pembentukan pemerintahan teknokratis, dan rekonstruksi.

Pada fase kedua ini, pemerintahan transisi akan dibentuk untuk memerintah wilayah Palestina, dan mewujudkan demiliterisasi dan rekonstruksi Gaza secara menyeluruh.


“AS sepenuhnya mengharapkan Hamas untuk sepenuhnya mematuhi kewajibannya, termasuk segera memulangkan sandera terakhir yang tewas. Kegagalan melakukan hal tersebut akan menimbulkan konsekuensi serius,” kata Witkoff dalam postingan di media sosial, dikutip Al Jazeera.

Rencana perdamaian Gaza berisi 20 poin yang diusulkan pada September 2025 juga mencakup pembentukan “Dewan Perdamaian” yang diketuai oleh Trump. Proposal tersebut juga mencakup pengerahan tim stabilitas internasional untuk mengawasi keamanan di Gaza.

Pekan lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan mantan utusan PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov, akan menjabat sebagai Direktur Jenderal “Dewan Perdamaian” di Jalur Gaza.

Berdasarkan rencana Trump, Dewan Perdamaian akan mengawasi pemerintahan teknokrat Palestina yang baru, pelucutan senjata Hamas, pengerahan pasukan keamanan internasional, penarikan pasukan Israel dan rekonstruksi Jalur Gaza yang dilanda perang.

Menurut kantor berita Axios, Trump diperkirakan akan mengumumkan pengangkatan anggota dewan minggu depan. Ada juga negara-negara yang diperkirakan akan bergabung dalam upacara tersebut termasuk Inggris, Jerman, Perancis, Italia, Arab Saudi, Qatar, Mesir dan Turki.

Sebelumnya, negara-negara yang menjadi penengah gencatan senjata di Gaza yakni Qatar, Turki, dan Mesir menyambut baik terbentuknya badan teknokratis Palestina. Sumber menyebutkan pemerintahan teknokrat Palestina akan dipimpin oleh Ali Abdel Hamid Shaath.

“Mediator menyampaikan harapan bahwa pembentukan komite ini akan membuka jalan bagi implementasi perjanjian gencatan senjata tahap kedua di Jalur Gaza,” demikian pernyataan bersama negara-negara mediator.

Pakar politik senior Al Jazeera, Marwan Bishara, mempertanyakan bagaimana rencana AS untuk mengakhiri perang di Gaza akan berhasil. Menurutnya, proses tersebut dicurangi untuk menguntungkan Israel.

“Bagaimana proses yang adil bisa berjalan maju, jika satu pihak selalu diutamakan dibandingkan pihak lainnya?” kata Bishara.

Katanya, hingga saat ini kebebasan dan hak-hak rakyat Palestina banyak diabaikan.

“Rakyat Gaza terus menderita, sementara Trump dan rombongan merayakan dan bertindak sebagai ‘pembawa perdamaian’,” ujarnya.

“Israel tidak tertarik meninggalkan Gaza, AS tidak tertarik untuk memberikan tekanan pada Israel. Jadi menurut saya pada fase kedua, kita akan terjebak (di sana) untuk waktu yang sangat-sangat lama,” tambahnya.

Hingga saat ini, lebih dari 71.400 warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 171.000 lainnya terluka selama invasi brutal Israel yang dimulai pada Oktober 2023.

(Dna)