Jakarta, Pahami.id –
Pekerja Indonesia yang berprofesi sebagai Housekeeper (ART), FITA menceritakan momen menegangkan pembakaran komplek apartemen di Hongkong yang menewaskan 128 orang.
FITA merupakan satu dari ratusan pekerja rumah tangga asal Indonesia yang tinggal di kompleks apartemen di Hong Kong yang terbakar pada Rabu (26/11).
Saat kebakaran terjadi, di tengah suara sirene yang keras dan puing-puing yang beterbangan, Fita mengaku sudah mencoba memberi tahu atasannya. Namun pengusaha FITA tidak mempercayainya.
Usai keluar dari apartemen dan melihat dua gedung terbakar di kompleks pengadilan Wang Fuk, Fita kembali mendesak majikannya untuk keluar dari apartemen.
“Saya langsung bicara dengan majikan saya, saya bilang: ‘Kamu harus turun sekarang’. Seram sekali, saya hampir menangis karena melihat banyak orang yang kebingungan,” kata FITA dikutip Reuters.
FITA dan majikannya akhirnya berhasil keluar dari apartemen dan selamat. Wanita berusia 49 tahun itu kemudian tinggal di rumah darurat.
Setelah berhasil menyelamatkan dirinya, FITA kini mendoakan mereka yang masih hilang dan berusaha mencari teman-temannya yang masih hilang.
KJRI Hong Kong melaporkan ada sekitar 140 warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal dan bekerja di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, yang terbakar pada Rabu (26/11).
Dalam keterangannya, Sabtu (29/11), KJRI Hong Kong menyebutkan berdasarkan data ketenagakerjaan dan verifikasi lapangan, 140 WNI yang tinggal di kompleks apartemen tersebut merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) sektor rumah tangga yang tinggal dan bekerja di pemukiman tersebut.
Hingga Sabtu pagi, KJRI Hong Kong menyatakan jumlah WNI yang meninggal dunia akibat peristiwa kebakaran apartemen tersebut mencapai tujuh orang.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kepolisian Hong Kong (HKPF), sejauh ini total warga negara Indonesia (WNI) yang meninggal dunia berjumlah 7 (tujuh) orang, demikian keterangan KJRI Hong Kong, Sabtu (29/11).
(HAR)

