Jakarta, Pahami.id –
Menteri Keamanan Nasional Israel Israel Itamar Ben Gvir Mengunjungi Kompleks Masjid Al aqsa Di kota tua Yerusalem pada hari Rabu (2/4). Kunjungan itu memicu kritik kuat dari Yordania, Arab Saudi, dan kelompok prajurit Hamas Palestina
Melalui pernyataan Kementerian Luar Negeri, Arab Saudi mengutuk kunjungan dengan mengutuk bahwa apa yang dilakukan menteri Israel adalah invasi Masjid Al Aqsa.
Ben Gvir mengunjungi Al Aqsa, yang merupakan tempat sakral bagi orang Yahudi dan Muslim. Provokasi Ben Gvir di tengah awal invasi Israel ke Hamas di Gaza.
Ben Gvir meninggalkan Kabinet Pemerintah Israel pada bulan Januari sebagai protes terhadap gencatan senjata di wilayah Palestina. Sejak pembentukan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada akhir tahun 2022, Ben Gvir telah mengunjungi kompleks AL AQSA setidaknya delapan kali, dan selalu memicu kritik internasional.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian luar negeri Yordania mengutuk kunjungan Ben Gvir sebagai “serangan” dan “provokasi yang tidak dapat diterima”. Jordan adalah tempat perlindungan dari Secure.
Sebaliknya, Hamas menyebut provokasi Ben Gvir sebagai “peningkatan provokatif dan berbahaya”. Hamas juga mengatakan bahwa kunjungan itu adalah “bagian dari pembantaian orang Palestina kami”.
“Kami mendesak orang-orang Palestina dan pemuda kami di Tepi Barat untuk meningkatkan konfrontasi mereka, untuk mempertahankan tanah dan kemurnian kami, yang paling penting, masjid al-Aqsa diberkati,” katanya dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan oleh Afp.
Sementara itu, kementerian luar negeri Saudi mengatakan dalam sebuah pernyataan “menghancurkan kritik” dari kompleks oleh Ben Gvir. Al Aqsa adalah tempat yang dicuci ketiga untuk Muslim dan simbol identitas nasional Palestina.
Berdasarkan status quo yang dikelola oleh Israel, yang telah menduduki Yerusalem Kota Timur dan Tua sejak 1967, orang Yahudi dan non -Muslim diizinkan untuk mengunjungi kompleks pada waktu -waktu tertentu, tetapi mereka tidak diizinkan untuk berdoa di sana atau menunjukkan simbol -simbol agama.
Situs ini dikelola oleh Jordan berdasarkan status quo, sementara akses di sana dikendalikan oleh pasukan keamanan Israel.
(WIW)