Berita Ambisi Netanyahu Israel Bisa Lepas Bantuan Militer AS 10 Tahun Lagi

by
Berita Ambisi Netanyahu Israel Bisa Lepas Bantuan Militer AS 10 Tahun Lagi


Jakarta, Pahami.id

Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu, menyatakan ambisinya untuk mulai mengurangi ketergantungan tentara Negaranya adalah Amerika Serikat. Netanyahu bertujuan agar Israel dapat berdiri sendiri tanpa bantuan militer dari Washington dalam sepuluh tahun ke depan.

Dalam sesi wawancara dengan The Economist yang dimuat pada Jumat (9/1) waktu setempat, Netanyahu menyatakan sudah saatnya Israel memasuki fase “kematangan” dalam hal pertahanan.

“Saya ingin mengurangi (ketergantungan pada) militer dalam 10 tahun ke depan,” kata Netanyahu seperti dikutip Reuters.


Ketika ditanya apakah pengurangan berarti mencapai nol, dia menjawab dengan tegas, “Ya.”

Netanyahu mengatakan dia telah menyampaikan pesan yang sama kepada Presiden AS Donald Trump pada kunjungan terakhirnya. Dia menunjukkan bahwa meskipun Israel sangat menghargai dukungan besar yang diberikan oleh AS selama beberapa dekade, Israel saat ini telah mengembangkan kapasitas pertahanan yang sangat mumpuni.

Langkah menuju kemerdekaan militer ini bukan sekedar retorika. Desember lalu, Netanyahu mengumumkan Israel akan mengalokasikan dana sebesar 350 miliar shekel atau setara Rp 1.600 triliun (kurs Rp 4.600) untuk mengembangkan industri senjata dalam negeri.

Proyek ambisius ini bertujuan untuk meminimalkan ketergantungan pasokan dari negara lain dan memperkuat posisi Israel sebagai produsen teknologi pertahanan global.

Data menunjukkan ekspor pertahanan Israel melonjak 13 persen tahun lalu. Hal ini didorong oleh banyaknya kontrak internasional terhadap teknologi pertahanan udara tingkat tinggi Israel (multi-layered air defence system) yang mulai menarik permintaan pasar global.

Sejauh ini militer Israel masih sangat bergantung pada perjanjian jangka panjang dengan AS. Berdasarkan nota kesepahaman (MoU) tahun 2016 yang berlaku hingga September 2028, Washington berkomitmen memberikan bantuan militer senilai US$38 miliar atau sekitar Rp594 triliun.

Paket bantuan meliputi:

• Hibah sebesar US$33 miliar untuk membeli peralatan militer.

• US$5 miliar dialokasikan khusus untuk pengembangan sistem pertahanan rudal.

Meskipun Netanyahu berkomitmen untuk mengakhiri bantuan ini di masa depan, tantangan besar menanti dalam hal penyesuaian anggaran nasional untuk menutup kesenjangan pendanaan yang didukung oleh ‘Paman Sam’.

(sels/sel)