Berita Alasan DPR Pilih Adies Kadir Jadi Hakim MK: Dia Profesor Hukum

by
Berita Alasan DPR Pilih Adies Kadir Jadi Hakim MK: Dia Profesor Hukum


Jakarta, Pahami.id

Wakil Ketua DPR Saan Mustopa membeberkan alasannya Adies Kadir diajukan oleh lembaganya sebagai calon hakim Mahkamah Konstitusi menggantikan Arief Hidayat yang akan pensiun.

Saan mengatakan, Adies merupakan seorang akademisi dan cukup berpengalaman untuk menjadi hakim Mahkamah Konstitusi. Kata dia, Adies sudah lama menjadi anggota komisi yang membidangi hukum di DPR.

Pak Adies adalah seorang Guru Besar Hukum, Doktor Hukum, dan pernah bekerja di bidang akademik hukum dan di DPR serta di Komisi III. Menjadi pemimpin sejak awal, anggota Komisi III dan Ketua Komisi III. catatan kinerja Secara akademis, saya yakin Pak Adies sangat memadai untuk menjadi Hakim Konstitusi,” kata Saan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (27/1).


Saan mengatakan, pencalonan Adies juga sedang diproses di Komisi III. Menurut dia, Adies juga sudah mengikuti mekanisme yang digunakan.

“Prosesnya sudah dilakukan di Komisi III, mekanisme terkait pencalonan di Komisi III juga sudah dilakukan, sudah dilakukan uji kelayakan dan kepatutan dan juga sudah ditetapkan,” ujarnya.

Sementara terkait nama Inosentius Samsul yang sebelumnya disetujui menjadi calon hakim MK pengganti Arief, Adies mengatakan, Inosentius akan mendapat penugasan lagi.

“Nah, yang kedua terkait Pak Sensi, Pak Sensi sudah menerima tugas lagi. Ya tugas, tugas lain dan ini juga sedang dalam proses,” ujarnya.

Sebelumnya, DPR resmi menyetujui Adies Kadir sebagai calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menggantikan Arief Hidayat yang akan pensiun pada Februari ini.

Mengenai laporan Komisi III mengenai usulan penggantian Hakim Konstitusi di Mahkamah Konstitusi yang bersumber dari usulan DPR RI yang menyetujui Adies Kadir sebagai hakim konstitusi di Mahkamah Konstitusi sebagaimana usulan DPR RI sekaligus mencabut keputusan DPR RI nomor 11/DPR/1/2025-2026 tentang persetujuan hakim konstitusi DPR RI. Apakah Mahkamah Konstitusi yang berasal dari DPR itu bisa disetujui? tanya Saan.

“Setuju,” jawab mereka serentak.

(tahun/bulan)