Berita Aktivitas Vulkanik Gunung Lokon Tomohon Meningkat, Waspada Gas Beracun

by
Berita Aktivitas Vulkanik Gunung Lokon Tomohon Meningkat, Waspada Gas Beracun


Jakarta, Pahami.id

Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas gunung berapi. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan akan potensi bahaya berupa emisi gas beracun dari kawah yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Selain ancaman gas berbahaya, aktivitas gunung berapi ini juga berpotensi memicu letusan mendadak.

Letusan freatik (letusan yang disebabkan oleh uap panas magma dengan air hidrotermal) dapat terjadi secara tiba-tiba, kata Plt Pejabat Badan Geologi, Lana Saria, Senin (16/2).


Berdasarkan pemantauan instrumental, tercatat 7 gempa dorong, 26 gempa vulkanik dangkal, lima gempa vulkanik dalam, dan 106 gempa tektonik jauh. Aktivitas kegempaan didominasi oleh gempa vulkanik dangkal (VB), sedangkan gempa vulkanik dalam (VA) relatif jarang terjadi.

Secara visual terlihat asap putih tipis mengepul dari kawah dengan ketinggian sekitar 25 meter. Keadaan ini menunjukkan masih adanya aktivitas di bawah permukaan.

Hingga penilaian terakhir per 31 Januari 2026, status Gunung Lokon berada pada Level II (Peringatan). Rekomendasi yang dikeluarkan selaras dengan potensi ancaman terkini.

Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki dilarang melakukan aktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Tompaluan. Jika terjadi letusan disertai abu yang berjatuhan, warga diminta tetap berada di dalam rumah. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, disarankan menggunakan masker untuk melindungi hidung dan mulut serta kacamata untuk melindungi mata.

Selain itu, masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi banjir lahar di sungai yang bersumber dari puncak Gunung Lokon tersebut, terutama saat musim hujan.

(antara/sen)