Berita 900 Warga Tepi Barat Mengungsi gegara Kekerasan Pemukim Ilegal Israel

by
Berita 900 Warga Tepi Barat Mengungsi gegara Kekerasan Pemukim Ilegal Israel


Jakarta, Pahami.id

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan lebih dari 900 penduduk di Tepi Barat Palestina terpaksa mengungsi sejak tahun 2026, karena meningkatnya kekerasan dan pembongkaran yang dilakukan oleh pemukim ilegal Israel.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric, berdasarkan data Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), mengatakan jumlah pengungsi Tepi Barat terus meningkat sepanjang tahun.

“Tingkat pengungsian yang tinggi terus berlanjut sejak awal tahun 2026, dengan lebih dari 900 warga Palestina terpaksa meninggalkan rumah dan komunitas mereka, sebagian besar karena kekerasan pemukim dan pembatasan akses yang diikuti dengan pembongkaran,” kata Dujarric pada Kamis (5/2), dikutip. Agensi Anadolu.


Lebih lanjut, Dujarric juga mengatakan, hanya dalam waktu dua minggu atau tepatnya pada 20 Januari hingga 3 Februari, telah terjadi lebih dari 50 aksi kekerasan pemukim Israel yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan harta benda.

“[OCHA] “Kami sedang melakukan penilaian awal mengenai kerusakan dan kebutuhan setelah insiden ini untuk menginformasikan respons kemanusiaan kami dan mitra kami,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Dujjaric juga menekankan situasi kemanusiaan yang memprihatinkan di Jalur Gaza, ketika korban terus meningkat.

Pada hari Rabu, Israel kembali melanggar gencatan senjata dengan menyerang Jalur Gaza. Akibat penyerangan tersebut, 23 orang tewas termasuk anak-anak.

“Sebagai pengingat, semua pihak harus memenuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum humaniter internasional untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur publik,” kata Dujjaric.

Ia juga menekankan permasalahan kesehatan di Gaza. Menurut Dujjaric, lebih dari 18.000 warga membutuhkan perawatan medis yang memadai.

Seorang juru bicara PBB kemudian menyerukan pembukaan kembali akses ke Yerusalem Timur dan Tepi Barat sehingga pasien dapat dievakuasi dan menerima perawatan kesehatan yang diperlukan.

Israel melancarkan invasi ke Palestina pada Oktober 2023. Sejak itu, mereka tak henti-hentinya menyerang warga sipil dan objek sipil.

Akibat invasi Israel, lebih dari 70.000 orang di Palestina terbunuh dan jutaan orang harus mengungsi.

Pada Oktober tahun lalu, Israel dan Hamas menyetujui gencatan senjata. Namun tentara Zionis terus menyerang Gaza.

(isa/dna)