Jakarta, Pahami.id —
Beberapa survei menunjukkan populasi Amerika Serikat khawatir dengan kemampuan mental Presiden Donald Trump saat memimpin negara.
Survei Reuters-Ipsos menunjukkan bahwa 61 orang Amerika setuju bahwa Trump “semakin tidak menentu seiring bertambahnya usia.” Jajak pendapat tersebut juga menemukan 30 persen responden Partai Republik setuju dengan sentimen tersebut, seperti dikutip CNNKamis (26/2).
Trump adalah seorang Republikan dan dipromosikan oleh partai tersebut saat ia mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2024.
Jajak pendapat tersebut juga menunjukkan penurunan persentase warga Amerika yang mengatakan Trump “berpikiran tajam dan mampu menghadapi tantangan.” Angka tersebut turun dari 54 persen pada tahun 2023 menjadi 45 persen saat ini.
Jajak pendapat Washington Post-Abc News-Ipsos yang dirilis pekan lalu juga menunjukkan 56 persen responden menganggap Trump kurang memiliki ketajaman mental, dan 51 persen berpendapat Trump tidak memiliki kesehatan fisik yang diperlukan untuk menjalankan tugas secara efektif.
Angka pertama bertambah 13 poin dari Mei 2023, sedangkan angka kedua bertambah lebih banyak yakni 23 poin.
Survei Pew Research Center juga menunjukkan menurunnya kepercayaan terhadap kemampuan mental Trump. Hasil jajak pendapat mereka menunjukkan bahwa 32 persen warga AS yakin kepala negara memiliki kemampuan mental yang cukup untuk menjalankan tugasnya.
Namun angka tersebut turun dibandingkan survei sebelumnya yang menunjukkan 39 persen.
Persentase orang Amerika yang setidaknya “sangat yakin” bahwa mereka sehat secara fisik juga turun dari 35 persen menjadi 28 persen.
Mirip dengan jajak pendapat Reuters-Ipsos, jumlah anggota Partai Republik juga mengejutkan.
Persentase mereka yang “sangat yakin” dengan kemampuan mental Trump turun dari 75 persen menjadi 66 persen. Sedangkan untuk kemampuan fisik persentasenya turun dari 65 persen menjadi 55 persen.
Artinya, jika melihat hasil jajak pendapat Reuters dan Pew, 3 dari 10 (atau lebih) orang di basis Trump menyatakan keprihatinan tentang kemampuan mental dan kesehatan fisiknya.
Survei tersebut mengingatkan masyarakat pada beberapa jajak pendapat pada periode pertama. Saat itu, banyak warga AS yang mempertanyakan kemampuan mental Trump.
Menurunnya hasil jajak pendapat mungkin disebabkan oleh melonjaknya popularitas Trump dan kekecewaan publik terhadapnya.
Dalam beberapa penampilan publik, Trump tampak mengantuk saat rapat, tangannya membiru, bahkan tersandung. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatannya.
(baca/baca/baca)

