Berita 50 Kantong Jenazah, 34 Teridentifikasi

by
Berita 50 Kantong Jenazah, 34 Teridentifikasi


Bandung, Pahami.id

DVI Polri telah menerima 50 body pack atau kantong jenazah untuk korban tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat. Berdasarkan data terakhir pada Selasa (27/1) sore, pihaknya telah mengidentifikasi 34 jenazah.

“Dari jumlah tersebut, kami berhasil mengidentifikasi 34 jenazah. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya 30 jenazah,” kata Kabid Humas Polsek Barat Kompol Hendra Rochmawan, ditulis, Rabu (28/1).

Dijelaskannya, keempat jenazah yang baru teridentifikasi tersebut masing-masing tercatat dalam autopsi 41 atas nama Awangsih (70), yang teridentifikasi melalui harta benda, tanda medis, dan data gigi.


Otopsi 42 atas nama Wati alias Enok (58), teridentifikasi berdasarkan sidik jari dan tanda medis. Otopsi 43 atas nama Bayu Nurcahya (33), teridentifikasi melalui sidik jari dan data gigi. Serta 44 visum atas nama Epon (30), yang teridentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi, dan data medis.

Iwansyah menegaskan, proses identifikasi akan terus dilakukan melalui tahap visum dan ante-mortem hingga identitas seluruh jenazah dapat dipastikan.

Ia menambahkan, hingga Selasa sore, 30 jenazah yang telah diidentifikasi sebelumnya telah diserahkan kepada keluarga terkait. Termasuk empat jenazah yang baru diidentifikasi.

155 orang terkena dampaknya

Sementara itu, Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, jumlah warga terdampak bertambah dari 34 KK dengan jumlah 133 jiwa menjadi 35 KK dengan jumlah 155 jiwa. Dari jumlah itu, 75 orang diantaranya selamat dan 80 lainnya masih dalam proses pencarian.

Tadi pagi informasi terakhir yang saya konfirmasi, sudah ada 27 jenazah yang teridentifikasi dan sudah diserahkan ke keluarga, kata Syafi’i usai rapat di Komisi V DPR, Selasa sore.

Ia mengatakan, proses pencarian saat ini dilakukan oleh 2.000 anggota gabungan yang dikerahkan di lapangan. Namun mengingat kondisi di lapangan, pihaknya hanya menampung 250 anggota sementara.

Menurut Syafi’i, proses pencarian saat ini masih terfokus di kawasan pemukiman yang terdapat 35 KK menjadi korban longsor.

Dapatkan kompensasi Rp 15 juta

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan korban longsor akan mendapat santunan dari pemerintah. Gus Ipul mengatakan, besaran ganti ruginya akan berbeda-beda. Bagi korban meninggal dunia, santunan akan diterima ahli waris sebesar Rp. 15 juta, dan bagi korban luka berat akan mendapat Rp. 5 juta.

Santunan bagi yang meninggal dunia Rp 15 juta, bagi yang luka berat Rp 5 juta, kata Gus Ipul usai rapat di Komisi VIII DPR, Selasa sore.

Saat ini, lanjut Gus Ipul, pihaknya masih menunggu data resmi korban dari pemerintah provinsi. Selain santunan, Gus Ipul memastikan pemerintah juga menyalurkan beberapa jenis bantuan lain seperti logistik hingga dapur umum.

Bantuan juga akan diberikan dalam bentuk rehabilitasi perumahan. Untuk itu, Kemensos akan berkoordinasi dengan BNPB dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Nantinya, lanjut Ipul, Kemensos akan membantu pengisian rumah tersebut dengan furnitur senilai Rp3 juta. Bantuan ini akan dinilai terlebih dahulu oleh pemerintah daerah.

“Akan ada bantuan dari kami untuk mengisi rumah total Rp3 juta. Untuk mengisi rumah, untuk membeli furnitur,” ujarnya.

(csr/thr/dal)