Berita 5 Fakta Rapat Perdana Board of Peace yang Dihadiri Prabowo Hari Ini

by
Berita 5 Fakta Rapat Perdana Board of Peace yang Dihadiri Prabowo Hari Ini

Daftar isi



Jakarta, Pahami.id

Presiden Republik Indonesia (RI) Prabu Subianto akan menghadiri pertemuan pembukaan Dewan Perdamaian (BoP) di Washington DC, AS, hari ini, Kamis (19/2).

Dewan Perdamaian merupakan badan bentukan Presiden Donald Trump yang disinyalir mulai fokus menangani krisis dan rekonstruksi Jalur Gaza Palestina. Namun banyak pihak yang menilai BoP dapat melemahkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), terutama dalam menangani situasi di Gaza secara netral.

BoP juga dikhawatirkan bias terutama terhadap kepentingan Israel, sekutu dekat AS.


Sementara itu, Prabowo tiba di AS pada Selasa (17/2) didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk menghadiri BoP dan kunjungan kerja lainnya ke Negeri Paman Sam.

Prabowo akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi BoP (KTT) bersama beberapa pemimpin nasional, termasuk Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.

Berikut fakta pertemuan perdana Dewan Perdamaian.

1. Membahas dana rekonstruksi Gaza dan ISF

Menurut beberapa pejabat AS, Presiden AS Donald Trump akan mengumumkan rincian penggalangan dana untuk rekonstruksi Jalur Gaza pada KTT BoP.

Trump juga akan merinci urusan militer negara-negara yang akan berpartisipasi dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF).

“Presiden akan mengumumkan dana yang terkumpul,” kata salah seorang pejabat.

Pada Minggu (15/2), Trump mengumumkan di Truth Social bahwa anggota BoP telah menyatakan komitmen untuk mengucurkan US$5 miliar atau sekitar Rp. 84 triliun untuk rekonstruksi Gaza.

Trump tidak menyebutkan negara mana yang menyatakan komitmen tersebut. Dia juga tidak menjelaskan apakah dana tersebut sama atau berbeda dengan yang tertuang dalam piagam BoP.

2. Pemimpin hadir

Sejumlah pemimpin negara telah mengonfirmasi datang ke KTT BoP. Mereka adalah Prabowo, Netanyahu, PM Pakistan Shehbaz Sharif, PM Hongaria Viktor Orban, dan Presiden Argentina Javier Milei.

Pemerintah Kosovo dan Albania juga telah mengindikasikan bahwa mereka akan menghadiri KTT BoP. Sejumlah pemimpin negara-negara Arab-Muslim juga diperkirakan akan menghadiri pertemuan ini. Negara-negara tersebut antara lain Arab Saudi, Türkiye, Mesir, Yordania, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

3. Pemimpin yang tidak hadir

Baik Presiden Rusia Vladimir Putin maupun perwakilan Kremlin mana pun tidak akan datang ke KTT BoP. Rusia telah diundang untuk bergabung dengan BoP namun masih mempelajari proposal tersebut.

“Tidak ada pejabat Kremlin yang berencana datang,” kata juru bicara kepresidenan Dmitry Peskov.

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko juga tidak akan hadir karena berbenturan dengan agenda pemerintah. Lukashenko sebelumnya mengaku mendapat undangan menghadiri KTT BoP.

PM India Narendra Modi juga kemungkinan tidak akan hadir karena ia belum memutuskan apakah akan bergabung dengan BoP. New Delhi telah mengundang Trump untuk berpartisipasi.

Beberapa pemimpin yang tidak hadir mungkin adalah mereka yang menolak bergabung dengan BoP. Negara-negara yang menolak antara lain Prancis, Vatikan, Jerman, Norwegia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Inggris.

Meluncurkan Agensi AnadoluItalia dan Yunani juga menolak berpartisipasi, namun menyatakan mereka akan datang ke KTT BoP sebagai pengamat.

Dikutip PolitikUni Eropa juga menyatakan akan mengirimkan delegasi ke KTT tersebut meski tidak akan bergabung dengan BoP.

4. Peringatan Hamas

Kelompok milisi Hamas Palestina telah memperingatkan bahwa Dewan Perdamaian tidak boleh dijadikan kedok oleh Israel untuk melanjutkan serangan di Jalur Gaza.

“Kami sudah memperingatkan para pihak [Israel] jangan jadikan peristiwa ini sebagai kedok untuk melanjutkan perang di Gaza dan mencegah rekonstruksi,” kata juru bicara Hamas Hazem Qassem dalam pernyataan video, seperti dikutip Al Jazeera.

Qassem menyerukan dewan yang dibentuk Trump untuk segera mengakhiri pelanggaran gencatan senjata Israel di Gaza. Hingga saat ini, tentara Israel masih melakukan serangan di beberapa wilayah hingga menewaskan warga sipil.

“Perang genosida terhadap Gaza terus berlanjut, melalui pembunuhan, deportasi, blokade, dan kelaparan, hingga saat ini,” ujarnya.

5. Vatikan menolak Dewan Perdamaian

Vatikan mengatakan mereka tidak akan berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian setelah diundang oleh Trump pada bulan Januari.

Diplomat tertinggi Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, mengatakan, selain status khusus Vatikan dalam hubungan internasional, penanganan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza Palestina perlu dikelola oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan bukan oleh badan lain.

“[Takhta Suci Vatikan] tidak akan ikut serta dalam Dewan Perdamaian karena status istimewanya yang jelas berbeda dengan negara lain,” kata Parolin pada Selasa (17/2) seperti dikutip Reuters.

“Salah satu kekhawatirannya adalah di tingkat internasional, seharusnya PBB menjadi pihak yang mengelola situasi krisis ini. Ini salah satu hal yang terus kami tekankan,” imbuhnya.

(blq/rds)