Berita 1.332 Warga Sipil Tewas dalam Perang

by
Berita 1.332 Warga Sipil Tewas dalam Perang


Jakarta, Pahami.id

Duta besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani mengatakan setidaknya 1.332 warga sipil tewas dalam perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israelsementara ribuan lainnya terluka.

Iravani menegaskan, AS dan Israel sengaja menyasar infrastruktur publik. Sedangkan sasarannya adalah lokasi militer, bukan wilayah sipil.

Dia juga mengatakan Iran tidak menargetkan fasilitas non-militer di negara-negara tetangga, dan sedang menyelidiki tuduhan tersebut.


Penilaian awal kami menunjukkan bahwa beberapa insiden mungkin terjadi akibat intersepsi atau gangguan terhadap sistem pertahanan AS, yang dapat mengalihkan rudal dari sasaran militernya, ujarnya kepada wartawan di markas besar PBB di New York City, Jumat (6/3) dikutip. Reuters.

Ia juga menyinggung pernyataan Presiden AS Donald Trump yang ingin ikut serta dalam pemilihan pemimpin tertinggi Iran yang baru.

Iravani menilai pernyataan Trump jelas-jelas melanggar prinsip non-intervensi urusan dalam negeri negara lain, sebagaimana tertuang dalam Piagam PBB.

“Pemilihan kepemimpinan Iran akan dilakukan sepenuhnya sesuai dengan prosedur konstitusional kami dan semata-mata berdasarkan kehendak rakyat Iran tanpa campur tangan pihak asing,” tambahnya.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters Kamis pekan lalu, Trump juga menegaskan dirinya berhak bersuara dalam proses pemilihan pemimpin tertinggi baru.

Ia juga menuntut Iran menyerah tanpa syarat sekaligus mendesak Teheran menerima pemimpin tertinggi baru, penerus Ayatollah Ali Khamenei yang terbunuh pada hari pertama perang.

Beberapa jam setelah pernyataan Trump, presiden Iran mengumumkan beberapa negara telah memulai upaya mediasi, yang dipandang sebagai salah satu tanda pertama inisiatif diplomatik untuk mengakhiri konflik dengan AS dan Israel.

Ke Reuters, dua pejabat AS mengatakan para penyelidik yakin pasukan AS mungkin bertanggung jawab atas serangan terhadap sekolah perempuan di Iran. Aksi brutal ini menewaskan ratusan anak. Namun, kesimpulan akhir belum tercapai.

Perang Iran melawan AS dan Israel pecah pada 28 Februari. Konflik tersebut terjadi karena provokasi Washington dan Tel Aviv melancarkan serangan awal terhadap Teheran, sementara negosiasi mengenai program nuklir Iran sedang berlangsung.

(pta)