Mengenal Gejala Radang Usus Buntu dan Kondisi Nyeri Perut Bawah

oleh
Mengenal Gejala Radang Usus Buntu dan Kondisi Nyeri Perut Bawah

Penyakit radang usus buntu baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah selebgram Fahira Almira membagikan pengalamannya didiagnosis usus buntu dan menjalani pengobatan di Penang, Malaysia. Kondisi ini memicu pertanyaan publik mengenai sensasi nyeri yang dirasakan oleh pasien usus buntu.

Penjelasan Medis Mengenai Nyeri Usus Buntu

Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM Profesor Ari Fahrial Syah menjelaskan bahwa radang usus buntu atau apendisitis adalah peradangan pada apendiks. Pasien yang mengalaminya bisa datang dalam kondisi akut yang ditandai oleh nyeri tertekan di bagian perut kanan bawah.

Pada kasus yang cukup berat atau khas, pasien dapat merasakan nyeri yang luar biasa hingga membuat tubuh mereka sulit bergerak. Ari menyampaikan keterangan tersebut pada Rabu (12/8), mengutip detikhealth.

Sementara itu, Mayo Clinic mencatat bahwa pada kebanyakan orang, rasa nyeri umumnya bermula di sekitar pusar lalu berpindah ke perut bawah. Seiring bertambah parahnya peradangan, intensitas nyeri tersebut dapat meningkat dan menjadi semakin serius.

Gejala Lain yang Menyertai Radang Usus Buntu

Selain rasa nyeri yang intens, tubuh juga dapat menunjukkan sejumlah tanda lain ketika terkena usus buntu. Berbagai gejala tersebut meliputi demam, tubuh terasa lelah, serta perut yang membengkak, membesar, atau terasa kembung.

Gejala tambahan yang mungkin dirasakan pasien di antaranya adalah keinginan buang air kecil lebih sering, sembelit atau tidak dapat mengeluarkan gas, mual dan muntah, serta diare.

Komplikasi Serius Usus Buntu Tanpa Penanganan

Apabila tidak segera ditangani, radang usus buntu berisiko memicu komplikasi yang lebih berbahaya. Komplikasi pertama adalah pecahnya usus buntu atau apendiks ruptur, yang dapat menyebarkan infeksi ke seluruh rongga perut.

Kondisi pecahnya usus buntu ini bersifat mengancam jiwa dan menuntut tindakan operasi sesegera mungkin untuk mengangkat usus buntu serta membersihkan rongga perut.

Selain itu, usus buntu yang pecah juga berpotensi membentuk kantung nanah atau kantung infeksi di dalam perut. Pada sebagian orang, kondisi abses ini perlu dikeringkan terlebih dahulu sebelum dilanjutkan dengan operasi pengangkatan usus buntu.