Gula pasir mungkin menjadi jenis gula yang paling akrab di dapur, di mana butiran putihnya hampir selalu digunakan untuk membuat teh atau kopi terasa manis, juga sebagai bahan dalam kue dan berbagai makanan sehari-hari.
Apa Saja Jenis Gula Berdasarkan Bahan Bakunya?
Di Indonesia, gula dibuat dari beragam bahan baku dan diolah dalam berbagai bentuk. Selain itu, Anda perlu mengetahui beberapa jenis gula yang kerap dipakai di rumah.
Gula pasir atau gula kristal putih (GKP) merupakan salah satu jenis gula yang paling umum digunakan, dengan bahan baku berupa tebu (Saccharum officinarum). Mengutip pedoman teknologi pengolahan tebu dari Kementerian Pertanian, cairan manis yang terdapat di dalam batang tebu diolah melalui sejumlah tahapan hingga menghasilkan kristal gula yang kemudian digunakan sebagai pemanis makanan dan minuman.
Selain gula pasir, kita mengenal gula aren yang dibuat dari nira pohon aren (Arenga pinnata). Nira diperoleh dengan menyadap tandan bunga aren, kemudian dimasak hingga kadar airnya berkurang dan cairan menjadi lebih pekat. Nira tersebut dapat diolah menjadi beberapa bentuk, mulai dari gula aren cetak, gula semut, hingga gula cair.
Tidak hanya itu, masyarakat juga memanfaatkan gula kelapa yang dibuat dari nira pohon kelapa (Cocos nucifera). Dalam penggunaan sehari-hari, gula ini juga kerap disebut sebagai gula jawa atau gula merah, meski istilah gula merah sebenarnya cukup luas dan tidak selalu merujuk pada gula yang berasal dari satu jenis tanaman tertentu.
Selain jenis-jenis di atas, Indonesia juga memiliki sejumlah tanaman palma lain yang dapat menghasilkan nira untuk diolah menjadi gula. Lontar (Borassus flabellifer) dan nipah (Nypa fruticans) termasuk di antaranya.
Kajian Kementerian Pertanian menyebut kelapa, aren, lontar, nipah, dan sejumlah tanaman palma lain sebagai sumber nira yang berpotensi menghasilkan gula. Nira dari tanaman tersebut dapat diolah menjadi berbagai bentuk, seperti gula cair, gula cetak, dan gula semut. Meski demikian, gula dari lontar dan nipah belum seumum gula tebu, aren, atau kelapa dalam konsumsi sehari-hari di Indonesia.
Bagaimana Pengelompokan Gula Berdasarkan Struktur Kimianya?
Di sisi lain, istilah gula juga memiliki pengertian tersendiri dalam ilmu kimia, di mana pengelompokannya didasarkan pada struktur dan jumlah unit gula yang menyusunnya.
Mengutip National Library of Medicine (NCBI), monosakarida merupakan bentuk gula paling sederhana karena hanya terdiri dari satu unit gula. Tiga contoh monosakarida yang umum dibahas adalah glukosa, fruktosa, dan galaktosa.
Glukosa merupakan sumber energi penting bagi tubuh dan dapat diperoleh dari pemecahan karbohidrat dalam makanan. Fruktosa secara alami terdapat dalam sejumlah makanan, antara lain buah dan madu. Sementara itu, galaktosa merupakan salah satu komponen penyusun laktosa yang terdapat dalam susu.
Berikutnya, disakarida terbentuk dari dua monosakarida yang bergabung. Tiga jenis disakarida yang umum dikenal meliputi sukrosa sebagai gabungan antara glukosa dan fruktosa yang umum terdapat pada gula pasir, laktosa sebagai gula utama dalam susu yang merupakan gabungan glukosa dan galaktosa, serta maltosa yang tersusun dari dua unit glukosa.
Oligosakarida merupakan rantai pendek yang terdiri dari beberapa unit monosakarida, dengan contoh seperti fructooligosaccharides (FOS), galactooligosaccharides (GOS), rafinosa, dan stakiosa. Senyawa tersebut dapat ditemukan secara alami dalam berbagai jenis pangan, termasuk kacang-kacangan dan beberapa tanaman seperti bawang, di mana sebagian oligosakarida juga dapat berperan sebagai prebiotik, yaitu menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme tertentu yang hidup di dalam usus.
Terakhir, polisakarida memiliki rantai yang jauh lebih panjang karena tersusun dari banyak unit monosakarida, dengan contoh terdekat dalam kehidupan sehari-hari yaitu pati, selulosa, dan glikogen.
Pati banyak ditemukan dalam beras, kentang, serealia, serta berbagai pangan nabati lainnya dan dapat dicerna oleh tubuh. Selulosa juga tersusun dari glukosa, tetapi tidak dapat dicerna manusia seperti pati dan merupakan salah satu komponen serat pangan. Glikogen merupakan bentuk penyimpanan glukosa pada hewan yang terutama disimpan di hati dan otot.
Memahami pengelompokan tersebut dapat membantu kita membedakan istilah yang kerap dianggap sama. Gula aren merujuk pada bahan baku, gula semut pada bentuk produk, sedangkan sukrosa dan glukosa merujuk pada struktur kimia gula. Alhasil, istilah ‘gula’ tidak selalu berarti hal yang sama karena jenisnya dapat dibedakan berdasarkan dari mana gula tersebut berasal hingga bagaimana susunan kimianya.








