Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu secara tegas menolak 15 poin rencana perdamaian Gaza yang diusulkan oleh Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Netanyahu menegaskan bahwa pasukan Pertahanan Israel (IDF) tidak akan ditarik sampai kelompok Hamas benar-benar melucuti senjatanya. Pernyataan tersebut disampaikannya pada Senin, 10 Agustus 2026, sebagaimana dikutip dari Guardian.
Israel menolak 15 poin dokumen tersebut. Militer Israel tidak akan melakukan penarikan pasukan sampai Hamas benar-benar melucuti senjatanya, ujar Netanyahu. Ia juga menekankan bahwa pelucutan senjata tersebut harus benar-benar nyata dan bukan sekadar rencana semu. Saat ini, pihaknya sedang berkomunikasi dengan pihak Amerika Serikat mengenai masalah itu.
Dewan Perdamaian atau BoP yang dibentuk oleh Trump pada Juli lalu sebelumnya mengusulkan 15 poin rencana perdamaian. Salah satu poin dalam usulan tersebut mewajibkan Hamas melucuti senjata sebagai balasan atas penarikan pasukan Israel di jalur Gaza. Donald Trump sempat menyatakan bahwa kesepakatan tersebut akan dilaksanakan secara bertahap.
Namun, pada hari Minggu, 9 Agustus 2026, Netanyahu menyatakan bahwa ia menginginkan pelucutan senjata penuh terlebih dahulu sebelum kesepakatan itu dapat dilaksanakan. Israel sebelumnya juga telah memberikan sinyal penolakan terhadap rencana perdamaian usulan BoP tersebut.
Setelah Trump mengumumkan rencana perdamaian pada bulan lalu, Israel justru meningkatkan intensitas serangan udaranya di wilayah Palestina. Berdasarkan laporan Guardian, rangkaian serangan tersebut dilaporkan menewaskan 18 orang pada pekan lalu.
