Tanggerang, Pahami.id —
Petugas bersama-sama memindahkan empat bayi atau anak kecil dan lansia sakit yang perlu cuci darah, karena rumahnya berada di Komplek Perumahan Puri Kartika Baru, Desa Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota tangerangtenggelam banjirJumat (23/1).
Proses evakuasi menggunakan perahu karet, petugas mengarungi air banjir di RW 09, Perumahan Puri Kartika Baru.
Sebelumnya warga tinggal di rumah lantai dua namun karena belum ada listrik dan anak membutuhkan air panas, mereka memilih berteduh di Dewan Kampung Tajur. Selain anak-anak, petugas juga melakukan rujukan ke Puskesmas untuk lansia yang memerlukan cuci darah.
Kepala Seksi Perhubungan Kabupaten Ciledug Agung Wibawa mengatakan, kompleks perumahan Puri Kartika terendam air setinggi 140 sentimeter sejak Jumat dini hari akibat meluapnya air Sungai Angke.
Kondisi tersebut menyebabkan 620 warga mengungsi di balai kota Kampung Tajur, dan memastikan kebutuhan para pengungsi terpenuhi, mulai dari logistik pangan hingga kesehatan, pungkas Agung.
Pindahkan pasien dengan truk pemadam kebakaran
Sementara itu, Unit Pelaksana Teknis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Korban Ciledug, BPBD Kota Tangerang menggunakan mobil pemadam kebakaran (damkar) untuk mengevakuasi pasien lanjut usia ke rumah sakit pada Jumat (23/1) sore.
Hal ini dilakukan karena rumah pasien di Jalan Raden Saleh, Kampung Karang Mulya, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang terendam banjir dan tidak bisa menggunakan ambulans.
Pemindahan dilakukan petugas pemadam kebakaran dengan mengangkat pasien yang terbaring di atas kasur dan tabung oksigen sebagai alat bantu pernapasan pasien ke dalam truk.
Komandan UPT Damkar Tim 3 Ciledug, Syuhada mengaku ambulans tidak mungkin bisa sampai ke rumah pasien, sebab selain rumahnya, pintu masuk rumah juga terendam air dengan ketinggian 50 hingga 70 sentimeter.
Oleh karena itu, perahu pengangkut truk digunakan untuk memindahkan pasien, karena lebih tinggi sehingga memudahkan perjalanan melewati banjir menuju rumah sakit.
“Kami mendapat laporan adanya warga sakit yang harus dievakuasi, sehingga kami melakukan evakuasi dengan menggunakan truk karena jalurnya tidak bisa dilalui ambulans,” ujarnya.
Petugas kekurangan peralatan evakuasi di Jayanti Tangerang
Sementara pascabanjir yang melanda Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, evakuasi terhenti karena keterbatasan sarana dan prasarana, khususnya perahu karet.
Mukim Jayanti, Yandri Permana mengatakan, banjir yang melanda empat desa di wilayahnya belum sepenuhnya tertangani karena minimnya peralatan evakuasi.
“Permasalahan kami adalah kurangnya perahu karet untuk mengevakuasi warga terdampak,” kata Yandri.
Menurut Yandri, banjir di Kecamatan Jayanti tersebar di Desa Cikande, Jayanti, Pasir Gintung, dan Pasir Muncang dengan total korban jiwa mencapai 2.884 orang. Dari jumlah tersebut, lebih dari 500 warga berhasil dievakuasi.
“Titik terparah di RT 04, RW 03, Perumahan Taman Cikande, Kampung Cikande, tingginya mencapai 4 meter,” jelasnya.
Pemantauan CNNIndonesia.comdi lokasi banjir di Perumahan Taman Cikande terlihat terdapat dua buah perahu karet dan beberapa rakit bambu yang digunakan untuk mengevakuasi warga terdampak dan mendistribusikan logistik.
Perahu tidak hanya menjadi alat perpindahan orang, namun juga menjadi alat transportasi untuk mengangkut barang-barang milik warga yang ingin diamankan ke lokasi yang tidak terendam banjir.
Petugas gabungan terlihat hilir mudik mengarungi genangan banjir untuk mengevakuasi para korban, terutama warga lanjut usia, anak-anak, penyandang disabilitas, dan warga yang sakit.
Selain keterbatasan peralatan, kata Yandri, pihaknya juga kekurangan personel untuk membantu proses pemindahan dan pendistribusian bantuan kepada warga terdampak.
“Warga yang dievakuasi umumnya rumahnya terendam banjir lebih dari satu meter. Ada warga lanjut usia yang terkena stroke, anak kecil, dan penyandang disabilitas menjadi prioritas untuk dievakuasi,” ujarnya.
(dod/dal)

