Jakarta, Pahami.id —
Denmark Dan Amerika Serikat Bentrok setelah Presiden Donald Trump mengatakan ingin merebut Tanah penggembalaan untuk keamanan nasional.
Trump juga menginginkan Greenland sejak masa jabatan pertamanya. Dia mengatakan AS akan merebut Greenland “dengan cara apa pun”.
Mendengar hal tersebut, Anggota Parlemen Denmark Rasmus Jarlov memperingatkan bahwa invasi militer AS ke Greenland akan memicu perang.
Ia menegaskan, Denmark mempunyai kewajiban untuk mempertahankan wilayahnya dan melindungi puluhan ribu warganya yang menolak berada di bawah kekuasaan AS.
“Denmark akan terus melindungi Greenland. Jika pasukan AS menyerang, itu berarti perang, dan kami akan saling berhadapan,” kata Jarlov seperti dikutip CNN.
Lantas, bagaimana perbandingan kekuatan militer Denmark dan AS?
Denmark
Global Military menyebutkan Denmark memiliki total 15.000 personel militer aktif dan sekitar 44.000 cadangan.
Dari segi kekuatan udara, Denmark mempunyai 128 pesawat militer termasuk jet tempur (62 unit) dan helikopter (34 unit).
Sedangkan untuk kekuatan maritim, Denmark memiliki 127 kapal perang, namun tidak memiliki kapal selam atau kapal induk.
Di darat, Denmark juga memiliki 44 tank tempur utama, namun tidak ada yang memiliki hulu ledak nuklir.
Amerika Serikat
Sedangkan berdasarkan data Lowy Institute Asia Power Index Edisi 2025, AS menduduki peringkat 1 negara dengan militer terkuat di dunia.
AS memiliki total sekitar 1.395.000 personel militer aktif dan sekitar 806.700 personel cadangan.
Dari segi kekuatan udara, AS mempunyai 200 pangkalan udara aktif, dengan total sekitar 13.043 pesawat. Pesawat militer AS antara lain jet tempur (3.308 unit), helikopter (5.496 unit), dan pesawat pengebom (135 unit).
Sedangkan untuk pasukan darat, AS memiliki 4.640 tank tempur utama, dengan 5.277 hulu ledak nuklir termasuk 1.770 yang dikerahkan.
Dari segi kekuatan maritim, AS juga memiliki 241 kapal perang, termasuk 20 kapal induk dan 69 kapal selam.
Secara keseluruhan, perbandingan ini menunjukkan bahwa kekuatan militer AS dan Denmark mencerminkan ketimpangan yang nyata. Dengan jumlah personel dan kemampuan global yang lebih besar, AS jelas berada pada posisi dominan.
Namun bagi Denmark, pertahanan Greenland bukan sekadar soal kekuatan militer, melainkan kewajiban mempertahankan tanah dan rakyatnya.
(rnp/bac)

