Daftar isi
Jakarta, Pahami.id —
Beberapa pemberitaan internasional berawal dari pernyataan Presiden tersebut Donald Trump sehingga ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi sorotan pada Kamis (26/2).
Berikut sekilas berita internasional:
Sambil berteriak dalam pidatonya, Trump meminta 2 anggota DPR yang beragama Islam dipulangkan
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta dua anggota Kongres dari Partai Demokrat, Rashida Tlaib dan Ilhan Omar, segera dipulangkan dari AS.
Permintaan itu disampaikan setelah dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meneriaki Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan di Capitol pada Selasa (24/2).
“Ketika masyarakat bisa berperilaku seperti itu, dan mengetahui bahwa mereka adalah politisi penipu dan korup, yang sangat buruk bagi negara kita, maka kita harus memulangkan mereka kembali ke tempat asalnya secepat mungkin,” tulis Trump di Truth Social, Rabu (25/2).
Kim Jong Un membuka peluang berteman dengan AS, namun bermusuhan dengan Korea Selatan
Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un membuka pintu untuk membangun hubungan dengan Amerika Serikat, namun menekankan permusuhannya terhadap Korea Selatan.
Kim memberi isyarat bahwa Korea Utara terbuka untuk berdialog dengan Amerika Serikat di masa depan, tetapi dengan syarat.
“[Jika Washington] “Menghormati status negara kita saat ini sebagaimana diatur dalam Konstitusi dan menarik kebijakan permusuhannya, tidak ada alasan mengapa kita tidak bisa berteman baik dengan Amerika Serikat,” kata Kim dalam kongres Partai Buruh, Rabu (25/2), dikutip. Al Jazeera.
AS Punya Pangkalan Militer Rahasia di Bawah Lapisan Es Greenland
Amerika Serikat (AS) diam-diam memiliki pangkalan militer rahasia di bawah lapisan es Pulau Greenland.
Pangkalan tersebut berada delapan meter di bawah permukaan es dan dibangun pada era Perang Dingin.
Laporan dari LA kali, Militer AS sebelumnya telah menyusun rencana untuk menyembunyikan ratusan peluncur rudal karena ancaman perang nuklir semakin dekat. Tujuannya agar bisa meluncurkan senjata nuklir dalam waktu 20 menit jika terjadi serangan dari Uni Soviet.
(rds)

