Berita Trump Cap Demokrat & Oposisi di Republik Bikin Susah Nego dengan Iran

by
Berita Trump Cap Demokrat & Oposisi di Republik Bikin Susah Nego dengan Iran


Jakarta, Pahami.id

Presiden Donald Trump mencibir Partai Demokrat dan beberapa politisi dari partainya, Partai Republik, yang mengkritik langkahnya terkait hal tersebut Iran justru mempersulit upaya pemerintahnya mencapai kesepakatan dengan Teheran untuk mengakhiri perang.

Menurut Trump, Iran “putus asa” untuk mencapai kesepakatan. Ia bahkan mengklaim perjanjian yang digarap AS bermanfaat bagi Negeri Paman Sam.


“Iran sangat ingin mencapai kesepakatan, dan itu akan menjadi kesepakatan yang baik bagi Amerika Serikat dan mereka yang bersama kami,” ujar Trump dalam postingan di Truth Social, Senin (1/6).

“Tetapi bukankah para Dumokrat dan beberapa anggota Partai Republik yang tampaknya tidak patriotik memahami bahwa tugas saya untuk melakukan pekerjaan saya dan bernegosiasi dengan baik menjadi JAUH lebih sulit ketika para oportunis politik terus-menerus men-tweet secara negatif, dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, berulang kali, bahwa saya harus bergerak lebih cepat, atau lebih lambat, atau melawan, atau tidak melawan, atau apa pun,” kata Trump.

Trump bahkan memerintahkan para pengkritiknya untuk “duduk dan tenang” terkait kesepakatan AS-Iran.

“Duduk saja dan santai saja. Semuanya akan beres pada akhirnya, selalu begitu!” kata Trump.

Trump bahkan sesumbar bahwa Iran telah setuju untuk tidak memiliki senjata nuklir setelah kedua negara melakukan negosiasi untuk mengakhiri perang.

Trump mengaku mendapat jaminan dari Iran bahwa mereka tidak akan mengembangkan program pengayaan uranium menjadi senjata nuklir.

“Satu-satunya jaminan yang harus saya dapatkan adalah tidak akan ada senjata nuklir. Mereka sudah sepakat, dan itu sangat menarik,” kata Trump dalam wawancara siaran. Berita RubahSabtu (30/5).

Selain menghentikan senjata nuklir Iran, prioritas AS saat ini, kata dia, adalah membuka kembali Selat Hormuz yang ditutup sejak awal Maret.

Iran menutup Selat Hormuz setelah Amerika Serikat dan Israel mengebom negara itu pada tanggal 28 Februari. Sebagai bagian dari operasi balasan dan untuk menekan musuh-musuhnya, Teheran menutup jalur perdagangan global.

Sejak perundingan dimulai, Iran kerap membantah klaim Trump, terutama terkait program nuklir. Dalam banyak kesempatan, mereka menekankan bahwa fokus utama mereka adalah mengakhiri perang, dan isu nuklir akan dibahas di lain waktu.

Masih mengenai Iran, salah satu sumber mengatakan Trump telah mengirimkan proposal baru kepada pemerintah yang berbasis di Teheran dengan tuntutan yang “lebih keras”. Belum ada rincian lebih lanjut mengenai klaim yang dimaksud.

Pekan lalu, AS dan Iran sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Washington mengklaim negosiasi mengenai program nuklir Teheran telah dimulai.

(rds)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google