Jakarta, Pahami.id —
Teheran memperingatkan Amerika Serikat agar tidak melakukan intervensi militer terhadapnya Iran dengan mengingatkan AS akan kerugian besar yang diderita dalam perang di Afghanistan dan Irak.
Misi Iran ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyinggung tentang hilangnya nyawa dan besarnya kerugian yang ditanggung AS dalam dua perang sebelumnya.
“Ketika Amerika Serikat secara keliru terlibat dalam perang di Afghanistan dan Irak, negara tersebut menghabiskan lebih dari US$7 triliun (sekitar Rp 116,9 kuadriliun) dan kehilangan lebih dari 7.000 nyawa orang Amerika,” demikian pernyataan misi tersebut, Rabu (28/1), seperti dikutip AFP.
Iran juga akan mengancam akan melancarkan serangan balik besar-besaran jika AS menyerang, menyusul ancaman militer dari Presiden Donald Trump.
Sebelumnya, misi Iran di PBB menekankan bahwa Iran terbuka untuk berdialog, namun siap membela diri jika diserang.
“Iran siap berdialog berdasarkan rasa saling menghormati dan kepentingan, TETAPI JIKA TERPAKSA, IRAN AKAN MEMBELA DIRI DAN KEMBALI DENGAN CARA YANG BELUM PERNAH TERJADI SEBELUMNYA!” tulis misi Iran.
Pernyataan itu disertai dengan tangkapan layar postingan Trump yang mengatakan “armada besar” sedang menuju Iran.
Pada hari Rabu, Trump kembali mengancam akan menyerang Iran dan mengatakan waktu hampir habis untuk mencapai kesepakatan mengenai senjata nuklir.
Ia juga mengulangi ancamannya bahwa serangan berikutnya akan lebih parah jika Teheran menolak untuk bernegosiasi.
“Seperti yang sudah saya katakan kepada Iran sebelumnya, LAKUKAN KEJADIAN! Mereka tidak melakukannya, dan terjadilah ‘Operasi Midnight Hammer’, yang menyebabkan kehancuran besar-besaran di Iran. Serangan berikutnya akan lebih buruk!” kata Trump.
Presiden AS telah berulang kali mengemukakan kemungkinan tindakan militer baru terhadap Iran setelah Washington bergabung dengan Israel dalam konflik 12 Juni yang menargetkan program rudal nuklir dan balistik Iran.
(rnp/dna)

