Jakarta, Pahami.id —
Pemerintah Suriah sepenuhnya menguasai Aleppo pada Minggu (11/1) setelah mengambil alih lingkungan Kurdi. Suriah juga memindahkan pejuang ke daerah otonom Kurdi setelah beberapa hari pertempuran mematikan.
Seorang pejabat Suriah mengatakan 419 pejuang Kurdi, termasuk 59 orang terluka, telah dipindahkan dari lingkungan Sheikh Maqsud ke zona yang dikuasai Kurdi di timur laut.
Para pejuang yang datang disambut dengan air mata dan sumpah balas dendam dari ratusan orang yang berkumpul.
“Kami akan membalaskan dendam Syekh Maqsud… kami akan membalaskan dendam para pejuang kami, kami akan membalaskan dendam para syuhada kami,” kata Umm Dalil (55), seperti dilansir AFP.
Melalui X, pemimpin Kurdi Mazlum Abdi mengatakan para pejuang telah dipindahkan “melalui mediasi internasional untuk menghentikan serangan dan pelanggaran terhadap rakyat kami di Aleppo”.
Sementara itu, pada hari Minggu di Ashrafiyeh, seorang reporter AFP melihat orang-orang membawa tas dan selimut kembali ke rumah mereka setelah digeledah oleh pasukan keamanan.
Yahya al-Sufi, seorang penjual pakaian, mengatakan dia melarikan diri saat kekerasan terjadi.
“Saat kami pulang, kami menemukan temboknya berlubang dan rumah kami telah digeledah. Sekarang situasi sudah tenang, kami kembali memperbaiki tembok dan memulihkan pasokan air dan listrik,” ujarnya.
Namun, sumber Kementerian Dalam Negeri mengatakan Syekh Maqsud tetap terlarang dan tidak ada seorang pun yang diizinkan masuk.
Di sisi lain, konflik di Suriah juga membawa dampak. Pihak berwenang Suriah mencatat jumlah korban tewas mencapai 24 orang dan 124 orang terluka.
(kalau tidak)

