Jakarta, Pahami.id —
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengaku pernah berkomunikasi Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi mempromosikan pentingnya menyelesaikan konflik di meja perundingan untuk menghentikan perang di Timur Tengah.
Iran pertama kali diserang Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari. Teheran kemudian melancarkan serangan balik terhadap Israel dan beberapa pangkalan militer AS di negara tetangga.
Kemudian kami juga menekankan sekali lagi pentingnya kembali ke meja perundingan, kata Sugi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3) sore.
Sugi mengatakan, dalam komunikasinya dengan Aragchi, ia menyatakan sikap RI yang menyatakan prinsip menghormati kedaulatan wilayah suatu negara.
Selain itu, ia juga kembali menegaskan keinginan Prabowo untuk menjadi mediator dalam konflik ini.
“Saya juga menyampaikan keprihatinan teman-teman kita di negara-negara Teluk mengenai serangan yang mereka terima di wilayah mereka,” ujarnya.
Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan awal ke ibu kota Iran, Teheran, pada 28 Februari.
Mereka melancarkan serangan di tengah perundingan nuklir terbaru antara Iran dan AS di Jenewa, Swiss.
Akibat operasi tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas. Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan pada hari Sabtu. Iran mengonfirmasinya keesokan harinya.
Di hari pertama peluncuran operasi AS-Israel, Iran langsung membalas serangan mereka.
Iran juga menanggapi serangan dalam skala yang lebih besar dibandingkan sebelumnya setelah kematian Khamenei. Mereka menargetkan pangkalan militer Israel dan AS di kawasan Timur Tengah.
(fra/mnf/fra)

