Berita Singapura Urus Kepulangan Warganya yang Jadi Korban Erupsi Dukono

by
Berita Singapura Urus Kepulangan Warganya yang Jadi Korban Erupsi Dukono


Jakarta, Pahami.id

Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) mengirimkan tim dari Kedutaan Besar Singapura di Jakarta ke wilayah tersebut Gunung Dukono, Halmahera Utara, Maluku Utara, untuk merawat warganya yang selamat dan meninggal dunia pascaerupsi.

Dalam keterangan resminya, MFA mengatakan tim Kedutaan Besar Singapura bekerja sama dengan pihak berwenang Indonesia selama operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang sedang berlangsung.

Selain membantu proses pencarian, Kedutaan Besar Singapura juga memfasilitasi kepulangan tujuh warga Singapura lainnya yang tergabung dalam kelompok terlibat.


MFA menyebutkan ketujuh orang tersebut sedang dalam perjalanan menuju Jakarta dan kembali ke Singapura pada hari ini, Minggu (10/5).

MFA juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak berwenang Indonesia yang masih melakukan operasi SAR di kondisi medan yang sulit.

“Kementerian Luar Negeri menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas upaya berkelanjutan PBT di Halmahera Utara dalam situasi yang sangat menantang,” tulis MFA, Sabtu (9/5).

Sebelumnya, Tim SAR gabungan mengevakuasi 17 pendaki yang terdampak erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat (8/5).

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani mengatakan, saat itu masih ada tiga pendaki yang dilaporkan hilang terdiri dari dua WNA dan satu WNI.

Tim SAR gabungan menemukan seorang pendaki asal Indonesia tewas sekitar pukul 14.30 WIB di sekitar bibir kawah Gunung Dukono.

Hari ini, Tim SAR telah menemukan dua orang korban tewas letusan Gunung Dukono yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Singapura.

Operasi pencarian kini terhenti setelah seluruh korban tewas, termasuk seorang warga negara Indonesia (WNI) sehari sebelumnya, ditemukan.

Kedua korban WNA tersebut ditemukan pada Minggu (10/5), pada hari ketiga penggeledahan yang melibatkan 98 personel SAR Basarnas, BPBD Kabupaten Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, Polairud, Brimobda, ERT Gosowong, PMI dan masyarakat setempat.

Dua WNI, HWQT (L) berusia 30 tahun dan SMBAH (L) WNA berusia 27 tahun ditemukan tewas. Sementara 1 WNI berinisial E (P) ditemukan tewas sehari sebelumnya, Sabtu (9/5).

(anm/dal)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google