Jakarta, Pahami.id —
Mahkamah Agung Arab Saudi akan mengadakan sidang Konfirmasi penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah, hari ini, Selasa (17/2).
Mahkamah Agung meminta siapa pun yang melihatnya (hilal) dengan mata telanjang atau melalui teropong untuk memberitahukan pengadilan terdekat dan mendaftarkan kesaksiannya, atau menghubungi pusat terdekat untuk membantu mereka mencapai pengadilan terdekat, seperti dikutip dari pernyataan resmi Mahkamah Agung Saudi. Al Arabiya Bahasa InggrisSelasa.
Jika hilal terlihat pada hari ini, maka tanggal 1 Ramadhan jatuh pada tanggal 18 Februari. Kemudian, jika hilal tidak terlihat, maka puasa hari pertama dilakukan pada tanggal 19 Februari.
Namun visibilitas bulan sabit akan dipengaruhi oleh jarak sudut antara Bulan dan Matahari.
Bulan baru dapat dilihat dengan mata telanjang jika jaraknya minimal 7 derajat. Karena faktor cuaca dan keterbatasan pengamatan, instrumen optik seperti teleskop sering digunakan untuk meningkatkan akurasi.
Meski tanggal 1 Ramadhan belum ditentukan, Arab Saudi bersiap menyambut bulan suci ini dengan penuh semangat.
Kemegahan ini terlihat dari jalanan dan pasar yang dihiasi lampion dan salam. Saudi juga memastikan kualitas layanan di pasar karena meningkatnya permintaan dan kebutuhan dasar selama Ramadhan, katanya Badan Pers Saudi.
Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijrah dan dianggap sebagai bulan paling suci bagi umat Islam.
Selama bulan Ramadhan, umat Islam berpuasa dari matahari terbit hingga terbenam, pantang makan, minum, dan kebutuhan fisik lainnya yang dapat membatalkan puasa.
(Minggu/Senin)

